Ungkap Pesan Emil Salim, Prabowo: Orientasi Pengabdian Menteri Adalah Negara
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan dari mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim untuk para menteri dan pejabat negara Kabinet Merah Putih. Kepada Prabowo, Emil Salim mengingatkan orientasi pengabdian menteri dan pejabat negara adalah untuk negara dan bangsa.
"Saya tadi pagi kebetulan berjumpa dengan Profesor Emil Salim. Seorang senior. Usianya 94 tahun dan berkali kali jadi menteri. Beliau menyampaikan pesan harapan harapan, dan menyampaikan apa yang menjadi pegangan beliau," kata Prabowo
Baca Juga
Seluruh Menteri Prabowo Sudah Laporkan Harta ke KPK, Tertinggi Rp 5,4 Triliun
"Inti yang saya tangkap dari beliau, beliau ingatkan bahwa seorang menteri adalah seorang pejabat negara. Berarti orientasi pengabdiannya adalah negara," kata Prabowo menambahkan.
Prabowo mengatakan, para menteri Kabinet Merah Putih berasal dari berbagai latar belakang. Terdapat partai yang berasal dari partai politik, akademisi, LSM, organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lainnya. Ditekankan, apa pun latar belakangnya, para menteri harus mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
"Kita memang ada yang berasal dari parpol, ada yang berasal dari organisasi kemasyarakatan, ada yang berasal dari dunia akademi ilmuwan, ada dari NGO, LSM, tetapi bergitu disumpah, menjabat sebagai pejabat negara, orientasi kita, kepentingan kita adalah untuk negara," katanya.
Prabowo berterima kasih kepada jajaran Kabinet Merah Putih yang bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara meski berasa dari beragam latar belakang.
"Saya rasakan karena walaupun begitu banyak tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang tapi yang saya merasakan sekarang orientasi kita adalah kepentingan bangsa, kepentingan negara. San saya kira ini dirasakan oleh rakyat kita," katanya.
Baca Juga
Menteri Satryo Didemo ASN Kemendiktisaintek, Istana Yakin Diselesaikan dengan Dialog
Dalam kesempatan ini, Kepala Negara menjelaskan, sistem politik Indonesia adalah politik konstitusional. Sistem politik Indonesia campuran dari presidensial dan parlementer. Presiden dipilih langsung oleh rakyat dan di sisi lain parlemen memiliki kewenangan besar dalam pengawasan dan penganggaran. Dengan sistem demikian, katanya, Indonesia terus melangkah maju menyelesaikan berbagai persoalan dan tantangan.
"Dengan demikian saudara-saudara, apa yang tadi disampaikan, harapan para senior, kita diingatkan bahwa sebagai pejabat negara, orientasi kita pertama untuk negara," tegasnya.

