Rolls-Royce Tawarkan Upgrade Mesin Pesawat TNI AU dengan Efisiensi Lebih Tinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rolls-Royce menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung sektor pertahanan dan penerbangan sipil Indonesia melalui program modernisasi mesin pesawat yang lebih efisien dan berdaya tahan tinggi. Abhishek Singh, Senior Vice President – Defence, India and South East Asia, Rolls-Royce, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengadopsi teknologi terbaru dalam mendukung armada pesawatnya.
“Kami memahami bahwa pertahanan merupakan prioritas pembangunan nasional Indonesia. Program modernisasi alutsista sudah berjalan selama bertahun-tahun, dan Rolls-Royce hadir untuk mendukung kesiapan misi pertahanan, baik dalam menjaga kedaulatan teritorial, mencegah praktik penangkapan ikan ilegal, menanggulangi perdagangan manusia, maupun memenuhi kebutuhan operasi kemanusiaan,” ujar Abhishek Singh dalam paparannya secara daring, Rabu (20/8/2025).
Rolls-Royce bukanlah pemain baru di Indonesia. Perusahaan ini pertama kali hadir pada tahun 1966 saat mendukung pengoperasian pesawat Fokker milik Pertamina. Kehadiran panjang tersebut menunjukkan bahwa Rolls-Royce adalah mitra jangka panjang, tidak hanya di sektor pertahanan tetapi juga dalam pengembangan infrastruktur sipil. Saat ini, Rolls-Royce memiliki tiga lini bisnis utama, yakni Penerbangan Sipil, Pertahanan, dan Sistem Daya. Ketiga lini tersebut telah aktif mendukung berbagai kebutuhan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Baca Juga
Konsep Pertahanan Prabowo Lebih dari Sekadar Modernisasi Alutsista
Di sektor penerbangan sipil, Rolls-Royce memegang sekitar delapan puluh persen pangsa pasar mesin pesawat berbadan lebar yang digunakan Garuda Indonesia dan Lion Air. Sementara itu, pada sektor sistem daya, mesin Rolls-Royce menopang infrastruktur vital seperti pusat data, rumah sakit, dan fasilitas strategis lainnya. Pada sektor pertahanan, Rolls-Royce mendukung lebih dari enam ratus mesin di Asia Tenggara, tujuh ratus lima puluh mesin di India, dan lebih dari tiga ratus mesin di Indonesia. Mesin-mesin tersebut terpasang pada pesawat angkut, pesawat latih, serta helikopter yang dioperasikan TNI, Polri, dan institusi paramiliter.
Di Indonesia, sejumlah pesawat C-130 Hercules varian B dan H menggunakan mesin T56, sementara lima unit C-130J Super Hercules didukung oleh mesin AE2100. Pesawat latih Hawk menggunakan mesin Adour, pesawat latih dasar Grob menggunakan mesin M250, dan helikopter TNI maupun Polri juga ditenagai mesin M250. Menurut Singh, kebutuhan modernisasi alutsista Indonesia akan semakin berkembang dengan hadirnya pesawat angkut berat A400M yang dijadwalkan tiba pada akhir 2025 atau awal 2026, yang menggunakan mesin TP400 hasil konsorsium internasional dipimpin Rolls-Royce.
Salah satu tawaran utama Rolls-Royce adalah program peningkatan mesin T56 ke varian 3.5. Program ini sudah dijalankan bersama Angkatan Udara Thailand, yang mengontrak peningkatan tiga puluh dua mesin hingga 2027. Peningkatan tersebut memberikan keuntungan signifikan, mulai dari efisiensi bahan bakar delapan hingga dua belas persen, peningkatan jangkauan terbang hingga tiga ratus mil atau tambahan kapasitas muatan sekitar dua puluh persen, hingga interval perawatan yang lebih panjang sehingga menekan biaya pemeliharaan.
Abhishek menekankan bahwa ketersediaan suku cadang juga lebih terjamin karena banyak operator besar, termasuk Angkatan Udara Amerika Serikat, telah beralih ke varian T56-3.5. Dengan dua puluh empat unit C-130 varian B/H yang dimiliki TNI AU, Indonesia dinilai sangat potensial untuk mengadopsi peningkatan mesin ini.
Selain pada sektor udara, Rolls-Royce juga berkontribusi pada proyek nasional Indonesia. Dalam pembangunan Frigat Merah Putih, Rolls-Royce melalui divisi Power Systems memasok mesin diesel MTU dengan konfigurasi Combined Diesel and Diesel (CODAD). Perusahaan ini juga menyiapkan portofolio turbin gas global seperti MT30 dan AG9160 apabila diperlukan untuk kapal perang di masa mendatang. Di bidang energi terbarukan dan infrastruktur digital, Rolls-Royce telah mendukung sejumlah pusat data hijau yang memilih generator diesel MTU sebagai sumber daya utama dalam dua tahun terakhir.
Di tengah persaingan dengan General Electric (GE) dan Pratt & Whitney sebagai pemasok mesin pesawat utama di Indonesia, Rolls-Royce menegaskan posisinya yang menguasai sebagian besar pasar penerbangan sipil berbadan lebar dan mendukung berbagai platform pertahanan.
“Kehadiran kami tidak hanya pada sektor pertahanan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sipil dan infrastruktur penting. Dengan bekerja lintas divisi sebagai satu kesatuan Rolls-Royce, kami siap memberikan dukungan yang komprehensif untuk mendukung Indonesia menghadapi tantangan saat ini maupun di masa depan,” pungkas Abhishek.

