CBD Jakarta Tetap Ramai, Tingkat Hunian Perkantoran Stabil 71%
Poin Penting
|
Menurut Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim, aktivitas penyewa pada periode tersebut didominasi strategi relokasi dan optimalisasi ruang. Banyak perusahaan memilih menyesuaikan ukuran ruang (rightsizing) sekaligus berpindah ke gedung yang lebih berkualitas.
"Tingkat hunian di kawasan non-CBD juga tercatat sama, yakni 71%," kata Yunus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Baca Juga
Yunus menekankan, tidak ada pasokan gedung baru yang masuk ke pasar CBD sepanjang tahun ini, sementara kawasan non-CBD diperkirakan akan menerima tambahan pasokan pada periode mendatang.
Pada sektor ritel, makanan dan minuman menjadi pendorong utama pusat perbelanjaan. Ekspansi gerai minuman dari Thailand dan China mencuri perhatian di tengah persaingan ketat. Sektor busana olahraga kasual (athleisure) juga menunjukkan aktivitas signifikan seiring meningkatnya tren olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.
“Ketiadaan pasokan baru yang beroperasi menjaga tingkat hunian pusat perbelanjaan tetap sehat di kisaran 85%, dengan pergerakan peritel yang terpantau aktif meski terbatas,” jelas dia.
Pasar apartemen atau kondominium juga menunjukkan kenaikan penjualan moderat pada kuartal kedua 2025, meski tidak ada peluncuran proyek baru. Aktivitas penjualan terutama fokus pada proyek di lokasi strategis dan premium, serta yang mendekati tahap penyelesaian konstruksi.
Baca Juga
Colliers Ramal Pasokan Perkantoran CBD Tak Bertambah Hingga 2025
“Beberapa proyek di Jakarta telah selesai dan melakukan serah-terima unit. Secara umum, pasar masih berhati-hati, dengan kinerja semester pertama 2025 lebih terbatas dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” pungkas Yunus.

