Survei: Harga Sewa Perkantoran CBD Jakarta Stabil, Rp 167.100 per M2 per Bulan
JAKARTA, investortrust.id – Konsultan properti, Cushman & Wakefield Indonesia mengungkap hasil survei terbaru terkait harga sewa ruang perkantoran di Central Business District (CBD) Jakarta.
Disebutkan harga sewa relatif stabil sekitar Rp 167.100 per meter persegi (m2) per bulannya. Meski begitu dalam bentuk dolar AS harga sewa dasar perkantoran turun sebesar 3,1%. Penurunan terjadi akibat pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS.
“Hingga akhir Juni 2024, harga sewa dasar rata-rata dalam rupiah tetap relatif stabil dan berada di Rp 167.100/m2/bulan, atau naik hanya sebesar 0,2% secara kuartalan (QoQ). Dalam dolar AS, harga sewa dasar turun sebesar 3,1%,” urai Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo dalam virtual meeting MarketBeat Q2 2024: Unveiling Greater Jakarta's Retail Landscape, Kamis (25/7/2024).
Baca Juga
Intip Rekomendasi dan Target Harga Saham Properti di Semester II-2024
Sementara itu, service charge tetap stabil dan berada di Rp 93.700/m2/bulan. Arief juga menyatakan, tidak akan ada pasokan baru di perkantoran CBD Jakarta hingga akhir tahun 2024, sedangkan total total luas perkantoran yang masih tersedia berkisar 7,4 juta m2 hingga akhir Juni 2024.
“Dampak dari tidak ada pasokan baru ini sudah tentu akan membantu mempercepat perbaikan dari tingkat hunian. Permintaan sewa tetap aktif selama kuartal II- 2024, tingkat penyerapan bersih (perkantoran) sebesar 33.700 meter persegi tercatat pada Q2 tahun 2024. Sehingga total penyerapan bersih tahun ini mencapai 70.300 meter persegi,” papar Arief.
Ia menambahkan, tingkat okupansi perkantoran CBD Jakarta secara keseluruhan terus meningkat hingga 74% sampai dengan akhir Juni 2024. Di mana, porsi penyerapan perkantoran masih didominasi oleh kantor Grade A sekitar 79%, diikuti oleh kantor Grade B (18%) dan kantor Grade C sekitar 3%.
Baca Juga
Emiten Properti Bangkit! Empat Saham Ini Direkomendasikan 'Buy'
“Penyerapan (perkantoran CBD) pun sangat positif. Sampai akhir tahun ini, masih sekitar 70 ribu meter persegi ruang perkantoran yang akan terserap, dan kebanyakan pada enam bulan pertama ini serapan itu didominasi oleh perkantoran Grade A yaitu sekitar 79%. Sampai akhir Juni 2024 tingkat okupansi berkisar di antara 74%,” imbuh Arief.
Berdasarkan catatan investortrust.id, kurs rupiah kembali tertekan akibat menguatnya indeks dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Rabu (24/7/2024).
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), kurs rupiah ditutup melemah 20 poin di level Rp 16.224/US$, dibanding Selasa (23/7/2024) yang sempat rebound ke Rp 16.204/US$.
Melansir data dari pasar spot valas yang dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah juga tergelincir tipis. Hingga pukul 15.50 WIB (Rabu, 24 Juli 2024), mata uang Garuda bergerak melemah 6 poin ke level Rp 16.210/US$, setelah hari Selasa (23/7/2024) sempat rebound di Rp 16.204/US$.

