Colliers: Pemulihan Sektor Perkantoran Jakarta Butuh Waktu
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan konsultan properti, Colliers Indonesia memaparkan, sektor perkantoran di Jakarta masih menghadapi banyak tantangan dan masih perlu waktu untuk pulih (recovery).
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyampaikan, sektor perkantoran masih kelebihan pasokan yang cukup tinggi serta permintaan ruang kantor yang belum sepenuhnya pulih dari pasca pandemi dan di masaPemilu 2024.
“Yang terjadi di 2023, beberapa sektor seperti hotel, industrial/warehouse, ritel itu sudah mengalami pemulihan, namun sektor perkantoran dan apartemen masih mengalami banyak tantangan. Prediksinya di tahun 2024, sektor hotel, industrial dan ritel akan melanjutkan momentum pergerakan yang lebih positif. Namun, untuk sektor perkantoran masih perlu waktu untuk recovery,” ucap Ferry dalam zoom meeting pada Rabu, (10/1/2024).
Ferry juga menyebutkan beberapa data terkait dengan pasokan tahunan, tingkat hunian, dan tarif sewa perkantoran di Jakarta. Ia mengatakan, pada tahun 2023 pasokan tahunan banyak yang sudah selesai.
Baca Juga
Perusahaan Properti Ini Mendadak Genggam 20% Saham Fuji Finance (FUJI)
“Contohnya, Luminary Tower di kompleks Thamrine Nine itu menambah pasok di CBD sekitar 57.000 meter persegi. Selanjutnya, Jakarta International Tower juga menambah pasok (di luar CBD) sebesar 24.740 meter persegi,” jelas Ferry.
Dia menambahkan, pada tahun 2024 pasokan tahunan tidak akan masuk lagi untuk CBD. “Di tahun 2024 itu sudah tidak akan masuk lagi supply-nya karena pasok sudah masuk terus di tahun-tahun sebelumnya, namun di tahun 2025 diperkirakan penambahan supply itu akan kembali terjadi,” tambah Ferry.
Dari sisi tingkat hunian, ada kenaikan okupansi di CBD. Colliers Indonesia mencatat kenaikan okupansi di CBD sekitar 73,4% di kuartal keempat (Q4) 2023.
“Sekarang itu di posisi akhir Desember 2023 okupansi mencapai 73,4%, sedangkan di luar CBD mencapai 75%. Kami berharap ini bisa bergerak (tumbuh) lagi karena pasokan akan masuk lagi di tahun 2025 dan tahun-tahun selanjutnya,” ujar Ferry.
Baca Juga
Kemudian untuk tarif dasar sewa, di tahun 2023 cukup tertekan sehingga tarif sewa rata-rata itu turun dari Rp250.000 menjadi Rp240.000. Tarif dasar sewa di CBD dan di luar CBD tersebut mulai terkoreksi karena beberapa gedung menurunkan tarif dasar sewa mereka.
“Beberapa landlord’s atau pemilik gedung memberikan insentif untuk mengurangi capex/initial cost para calon penyewa baru dengan mengakomodasi biaya Fitting-out (dilebur dengan biaya sewa bulanan). Ini adalah strategi para pemilik gedung,” imbuh Ferry.

