Ekspor Indonesia Tumbuh 7,7% di Semester I-2025, Ini Penopang Terbesar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengumumkan bahwa kinerja ekspor Indonesia sepanjang semester I-2025 tumbuh 7,7% secara kumulatif dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilai ekspor tercatat mencapai US$ 135,41 miliar hingga akhir Juni 2025.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (5/8/2025), Mendag Budi menjelaskan bahwa China, Amerika Serikat, India, Jepang, dan Malaysia masih menjadi tujuan utama ekspor Indonesia. Surplus perdagangan tertinggi berasal dari AS (US$ 9,92 miliar), disusul India (US$ 6,64 miliar) dan Filipina (US$ 4,36 miliar).
Baca Juga
Menkeu: Pertumbuhan Ekspor pada Kuartal II-2025 Diduga karena Front Loading
Berdasarkan kawasan, ASEAN menyumbang surplus tertinggi sebesar US$ 9,59 miliar, diikuti Uni Eropa (US$ 3,8 miliar) dan Eurasia (US$ 0,07 miliar). Mendag juga optimistis pembukaan pasar baru melalui kerja sama dagang dengan Uni Eropa dan Eurasia akan mendongkrak ekspor lebih tinggi ke depan.
Industri pengolahan mendominasi ekspor nonmigas dengan kontribusi 83,81%, diikuti sektor pertambangan (13,55%) dan pertanian (2,64%). Ekspor pertanian mencatat lonjakan tertinggi sebesar 49,77%, didorong oleh komoditas unggulan seperti kopi, kelapa, dan manggis.
Baca Juga
DEN Petakan Sektor Ekspor untuk Negosiasi Tarif Lanjutan dengan AS
Tiga komoditas nonmigas dengan pertumbuhan ekspor tertinggi semester ini adalah kakao dan olahannya (HS 18) dengan pertumbuhan 129,86%, kopi, teh, dan rempah (HS 09) naik 86,50%, serta timah dan produk turunannya (HS 80) dengan penguatan 80,88%.

