Kehadiran DeepSeek Tak Berpengaruh, OpenAI Klaim Punya 400 Juta Pengguna Aktif!
SAN FRANCISCO, investortrust.id - Perusahaan teknologi OpenAI terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari sisi pengguna meskipun persaingan di industri kecerdasan buatan (AI) dengan kehadiran DeepSeek semakin ketat. Hingga Februari 2024, OpenAI melaporkan memiliki 400 juta pengguna aktif mingguan, atau naik 33% dari 300 juta pengguna pada Desember 2023.
Chief Operating Officer, Brad Lightcap dikutip CNBC, Jumat (21/2/2025), menyatakan bahwa peningkatan ini terjadi secara alami karena ChatGPT semakin dikenal dan digunakan oleh berbagai kalangan di dunia.
“Orang-orang mendengar tentangnya dari mulut ke mulut, melihat manfaatnya, serta melihat teman mereka menggunakannya,” ujarnya.
Selain pertumbuhan pengguna individu, OpenAI juga mengalami peningkatan signifikan dalam bisnis enterprise-nya. Saat ini, terdapat 2 juta pelanggan bisnis berbayar, meningkat dua kali lipat sejak September 2023. Menurut Lightcap, adopsi ini didorong oleh karyawan yang awalnya menggunakan ChatGPT secara pribadi, dan kemudian menyarankan perusahaannya untuk mengadopsinya di lingkungan kerja.
Tidak hanya itu, lalu lintas pengembang yang menggunakan OpenAI untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aplikasi mereka juga meningkat dua kali lipat dalam enam bulan terakhir, dengan model reasoning terbaru, o3, mengalami pertumbuhan hingga lima kali lipat.
Tantangan OpenAI
Pertumbuhan OpenAI terjadi di tengah meningkatnya persaingan, terutama dari DeepSeek di pasar teknologi pada Januari 2024. Kehadiran DeepSeek sempat membuat investor khawatir akan menekan profitabilitas perusahaan AI di AS. Bahkan, saham Nvidia sempat anjlok 17%.
Selain persaingan, OpenAI juga menghadapi masalah hukum. Elon Musk diketahui mengajukan gugatan terhadap perusahaan tersebut atas dugaan pelanggaran kontrak terkait transformasi OpenAI menjadi entitas berbasis profit.
Di sisi lain, OpenAI mendapat dana investasi besar dari Microsoft dan hampir mencapai kesepakatan dengan SoftBank yang dapat meningkatkan valuasi perusahaan menjadi US$ 300 miliar. Sementara itu, Musk dan sekelompok investor sempat berusaha membeli aset OpenAI senilai US$ 97,4 miliar, tetapi tawaran itu ditolak oleh dewan direksi OpenAI.
Menyoal gugatan Musk, Lightcap justru menanggapi dengan santai. Ia menyebut hal itu sebagai strategi kompetitif yang tidak biasa. “Musk adalah pesaing, dan ini cara khasnya untuk bersaing,” tutupnya. (C-13)

