Harga Emas Naik karena Investor Cari 'Safe Haven' Jelang 'Deadline' Tarif Trump
Poin Penting
|
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas naik pada Kamis (31/7/2025) karena para trader beralih ke aset safe haven di tengah ketidakpastian tarif dagang menyusul batas waktu akhir negosiasi Presiden AS Donald Trump pada 1 Agustus.
Harga emas di pasar spot naik 0,6% menjadi US$ 3.295,11 per ons dan harga emas berjangka AS turun 0,2% menjadi US$ 3.347,8.
“Kami melihat ada peningkatan ketidakpastian perdagangan seiring batas waktu tarif 1 Agustus sehingga mendorong investor mendapatkan aset safe haven,” kata Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant dilansir CNBC.
Baca Juga
Bullion Bank, Game Changer Investasi Emas Nasional dan Gaya Hidup Finansial Generasi Muda
Trump pada Rabu (30/7/2025) mengeluarkan serangkaian pengumuman tarif untuk impor tembaga dan barang-barang dari Brasil dan Korea Selatan, menjelang batas waktu 1 Agustus. AS akan mengenakan tarif 50% pada pipa dan kabel tembaga, yang berpotensi menyeret harga tembaga AS lebih dari 20% di bursa COMEX.
Sementara inflasi AS meningkat pada Juni karena tarif impor mulai menaikkan harga beberapa barang. Indeks price consumer expenditure (PCE) naik 0,3% bulan lalu setelah kenaikan 0,2% yang direvisi naik pada Mei.
Adapun bank sentral AS mempertahankan suku bunga tetap pada Rabu. Komentar Ketua Fed Jerome Powell setelah keputusan tersebut melemahkan keyakinan bahwa biaya pinjaman akan mulai turun pada September.
Emas tumbuh subur dalam lingkungan suku bunga rendah karena merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga
Para investor kini menanti data penggajian nonpertanian AS pada Jumat (1/8/2025) untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga The Fed.
Harga perak turun 1,3% menjadi US$ $36,63 per ons, terendah sejak 7 Juli. Sedangkan platinum turun 2,1% menjadi US$ 1.285,09 dan paladium turun 1,8% menjadi US$ 1.184,05.

