Hashim: RI Ajak Prancis Bangun Pembangkit Nuklir Mulai 500 MW
Poin Penting
|
PARIS, Investortrust.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengatakan, perusahaan Prancis berminat untuk membangun sistem kelistrikan di Indonesia menggunakan tenaga nuklir.
"Perusahaan Prancis ingin berpartisipasi dalam program kelistikan, mau berpartisipasi dengan program nuklir kita," kata Hashim Djojohadikusumo seusai agenda Breakfest Forum Kadin and Madef, di Gedung Madef, Paris, Prancis, Selasa (15/72025).
Hashim mengatakan, perusahaan Prancis akan membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 500 megawatt (MW) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Sementara untuk tahap selanjutnya bisa mencapai 10 gigawatt (GW).
Baca Juga
RI Butuh Nuklir untuk Capai Swasembada Energi, tetapi Harus Perhatikan Ini
"Pak Prabowo Subianto sudah setuju, nanti kita akan bangun (tahap) pertama 500 megawatt (MW) tenaga nuklir, nanti menjadi 10 gigawatt," kata Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini.
Hashim menilai, industri nuklir Prancis sangat kuat. "Sekitar 80% listik di Prancis itu dihasilkan dari tenaga nuklir," kata dia.
Hashim mengatakan, lokasi PLTN akan dibangun di Indoensia bagian barat dan timur. "Belum ditetapkan (detailnya), tetapi sebagian besar ada di Indonesia bagian barat sesuai kebutuhan, tetapi nanti di Indonesia bagian timur juga diperlukan," kata Hashim.
Bahkan Indonesia bagian timur nanti akan lebih banyak dengan dengan teknologi small modular reactors (SMR) dan pembangkit terapung. "Tenaga nuklir terapung di atas kapal atau kapal tongkang, itu untuk Indonesia bagian timur," kata dia.
Hashim mengatakan, pembangkit listrik tenaga nuklir termasuk paling aman. Dalam 40-50 tahun terakhir, hanya tiga masalah yang melibatkan pembangkit nuklir, yakni insiden di Chernobyl (Rusia), Three Mile Island (AS), dan Fukushima (Jepang). "Ternyata setelah dikaji, itu semua human error," kata dia.
Hashim mengatakan, kesalahan tenaga manusia bisa disiasati dengan penggunaan teknologi artificial intelligence (AI). "Artificial intelligence, nanti tenaga nuklir akan dikendalikan dengan komputer, supaya tidak ada human error lagi," kata dia.
Selain tenaga nuklir, kata Hasim, perusahaan Prancis juga berminat untuk investasi di hydropower. "Bendungan, tenaga air," kata dia.
Baca Juga
Pertamina NRE Kaji Studi Kelayakan Pembangunan Pembangkit Nuklir
Dalam RUPTL 2025-2034, direncanakan pembangunan PLTN dengan kapasitas sebesar 500 megawatt. Dari porsi tersebut, 250 MW akan dibangun di Kalimantan, dan 250 MW dibangun di Sumatera.
Pengembangan PLTN ini akan dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi. Direncanakan, pembangunan PLTN ini rampung pada 2032 dengan konstruksi mulai 2027.
“Rencana kita di 2032 sudah selesai. Jadi mungkin pembangunannya itu kan 4-5 tahun. Jadi mungkin 2027 sudah mulai on kerjanya. Namun, kita mulai dengan small dahulu. 250 MW-250 MW. Kalau ini sudah bagus, baru kita mainkan,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

