Prabowo Mau EBT Kelistrikan 100% di 2035, Bahlil Beri Penjelasan Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) dalam kelistrikan di Indonesia mencapai 100% pada 2035. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Brasil, beberapa waktu lalu.
"Kami berencana mencapai 100% energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan. Targetnya tentu saja adalah 2040, tetapi para ahli saya mengatakan bahwa kami dapat mencapainya jauh lebih cepat," kata Prabowo saat konferensi pers di Brasil, Rabu (9/7/2025).
Terkait hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menjelaskan, pemerintah berkomitmen terhadap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Dalam RUPTL terbaru itu, penambahan pembangkit ditargetkan sebesar 69,5 gigawatt (GW).
Baca Juga
Suplai Energi RI Melonjak 7,3% tetapi Bauran EBT Tertinggal, Bisakah Capai Target 23% di 2025?
“Oh gini, sampai 2040, kemarin di dalam pertemuan dengan Presiden Brasil, itu rencana pemerintah ke depan sampai dengan 2040, kita akan menambah sekitar 100 GW. Sekarang sudah sekitar 70 GW, dari 2025 sampai 2034,” ujar Bahlil.
Namun, Bahlil tidak menjelaskan secara rinci, apakah yang dimaksud Presiden Prabowo adalah 100 GW (bukan 100%). Bahlil hanya mengatakan, untuk mendorong bauran EBT, pemerintah berencana mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah dan desa-desa yang belum dialiri listrik.
Menurut Menteri ESDM, elektrifikasi desa di seluruh Tanah Air dengan PLTS merupalam langkah nyata dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo di bidang swasembada energi.
Baca Juga
Prabowo Resmikan 55 Proyek EBT 379,7 MW di 15 Provinsi, Ini Daftar Lengkapnya
“Kita penetrasi untuk masuk solar cell ke daerah-daerah, desa-desa yang belum ada listriknya. Kami akan memastikan arahan Presiden, untuk desa-desa itu segera harus pasang listrik, sambung listriknya ke rumah, supaya ini menjadi bagian program Asta Cita,” terang dia.
Berdasarkan RUPTL 2025-2034, penambahan PLTS dalam 10 tahun ke depan adalah sebesar 17,1 GW. Angka tersebut menjadi yang paling besar dibandingkan dengan pengembangan pembangkit listrik yang lainnya.

