Suplai Energi RI Melonjak 7,3% tetapi Bauran EBT Tertinggal, Bisakah Capai Target 23% di 2025?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan suplai energi dalam negeri pada 2024 mencapai 2.007 juta barrel oil equivalent (BOE). Angka ini tumbuh 7,3% dibandingkan 2023 (year on year/YoY).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyebut, bauran energi primer masih didominasi oleh batu bara sebesar 40,37%, diikuti minyak bumi sebesar 28,82%, gas bumi sebesar 16,17%, dan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 14,65%.
“Jadi kalau kita lihat itu pertumbuhan suplai energi di dalam negeri sekitar 7,3%. Ini di samping minyak, gas, juga ada energi baru terbarukan, ada dari batu bara,” kata Yuliot di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga
Meski mengalami pertumbuhan, Yuliot menilai, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan, utamanya terkait bauran EBT nasional. Sebab, ditargetkan bauran EBT pada 2025 mencapai 23%.
“Jadi kondisinya kita berusaha bagaimana pada akhir 2025 ini bauran energi itu akan mencapai sekitar 23%. Jadi masih ada peluang untuk peningkatan cukup besar. Jadi sekitar 9% lagi yang harus kita tingkatkan bauran energi,” ujar dia.
Sementara itu dari sisi demand (permintaan), pada 2024 tercatat sebesar 1.276 juta BOE. Angka tersebut mengalami peningkatan 4,53% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga
Pertamina International Shipping Angkut 161 Miliar Liter Energi, Efisiensi dan Inovasi Jadi Kunci
“Memang kalau kita lihat dari demand, yang terbesar itu adalah permintaan dari industri, dengan adanya hilirisasi dan industrialisasi, ini terjadi peningkatan demand sekitar 4,53%,” jelas Yuliot.
Sektor industri memiliki pangsa permintaan energi tertinggi, yaitu sebesar 45,94% atau 586 juta BOE. Kemudian diikuti transportasi sebesar 36% (461 juta BOE), rumah tangga sebesar 13% (160 juta BOE), dan komersial sebesar 4% (57 juta BOE).

