Indosat Business Rilis Vision AI, Tawarkan Kamera Cerdas untuk Efisiensi dan Keamanan Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) lewat Indosat Business meluncurkan Vision AI. Perusahan menyebut peluncuran ini sebagai solusi pengawasan cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan pengambilan keputusan di berbagai sektor industri.
Vision AI memanfaatkan teknologi deep learning untuk mengubah kamera pengawas dari sekadar alat perekam menjadi sistem analisis real-time yang mampu mendeteksi pola, memberikan peringatan dini, hingga mendukung respons cepat berbasis data.
“AI bukan lagi masa depan. AI adalah masa kini, dan Vision AI membuktikan bahwa teknologi bisa digunakan untuk menciptakan sistem pengawasan yang lebih responsif, efisien, dan tetap mengedepankan perlindungan privasi,” kata Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, M. Danny Buldansyah dalam peluncuran Vision AI di kantor Indosat Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Lebih lanjut, Vision AI hadir dalam format modular dan fleksibel yakni AI Box, kamera siap AI, sensor 3D stereo, hingga platform pelatihan AI yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri. Solusi ini juga kompatibel dengan sistem CCTV lama maupun baru sehingga cocok untuk UMKM hingga korporasi besar.
Menurut SVP-Head of B2B IoT Indosat Ooredoo Hutchison, Melvin Jeffrey Chan, Vision AI mampu menjalankan lebih dari 50 skenario pemanfaatan di berbagai sektor mulai dari manufaktur, smart city, logistik, energi, hingga ritel.
“Banyak kecelakaan kerja dan inefisiensi operasional bisa dicegah dengan pengawasan real-time yang cerdas. Vision AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan pengambilan keputusan mereka secara cepat dan akurat,” ujarnya.
Vision AI memanfaatkan teknologi deep learning untuk mengubah kamera pengawas dari sekadar alat perekam menjadi sistem analisis real-time yang mampu mendeteksi pola, memberikan peringatan dini, hingga mendukung respons cepat berbasis data.
“AI bukan lagi masa depan. AI adalah masa kini, dan Vision AI membuktikan bahwa teknologi bisa digunakan untuk menciptakan sistem pengawasan yang lebih responsif, efisien, dan tetap mengedepankan perlindungan privasi,” kata Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, M. Danny Buldansyah dalam peluncuran Vision AI di kantor Indosat Jakarta, Rabu (9/7/2025).
Lebih lanjut, Vision AI hadir dalam format modular dan fleksibel yakni AI Box, kamera siap AI, sensor 3D stereo, hingga platform pelatihan AI yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri. Solusi ini juga kompatibel dengan sistem CCTV lama maupun baru sehingga cocok untuk UMKM hingga korporasi besar.
Menurut SVP-Head of B2B IoT Indosat Ooredoo Hutchison, Melvin Jeffrey Chan, Vision AI mampu menjalankan lebih dari 50 skenario pemanfaatan di berbagai sektor mulai dari manufaktur, smart city, logistik, energi, hingga ritel.
“Banyak kecelakaan kerja dan inefisiensi operasional bisa dicegah dengan pengawasan real-time yang cerdas. Vision AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan pengambilan keputusan mereka secara cepat dan akurat,” ujarnya.
Melvin menambahkan, saat ini Indonesia masih mengandalkan jutaan CCTV pasif yang tidak dimonitor secara aktif. Dengan Vision AI, pelaku usaha bisa mendapat peringatan otomatis, validasi instan, dan intervensi keselamatan secara langsung.
“Lebih banyak kamera tidak otomatis berarti lebih aman. Tantangan kita bukan jumlah kamera, melainkan kurangnya kecerdasan visual,” ungkapnya.
Sekadar informasi, Vision AI sudah digunakan untuk berbagai keperluan seperti pemantauan APD di sektor energi, deteksi pelanggaran lalu lintas, manajemen antrean di ritel, hingga pelacakan perilaku konsumen. Analisis dilakukan secara lokal (on-premise) dengan dukungan sovereign cloud dan pusat data lokal.
Indosat menekankan bahwa Vision AI adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadirkan transformasi digital yang aman, inklusif, dan sesuai regulasi nasional, sekaligus mendukung ambisi pemerintah membangun ekosistem AI yang mandiri dan berdaya saing global.
“Vision AI adalah platform yang dapat disesuaikan. Kami menyediakan tim teknis lokal 24/7 dan siap membantu menyesuaikan fitur-fitur AI sesuai kebutuhan spesifik sektor industri pelanggan,” pungkas Melvin.
Terkait soal harga, Indosat menawarkan layanan Vision AI mulai dari Rp 30 jutaan. Harga layanan tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan dari calon konsumen.

