Penjualan Mobil di Bawah 1 Juta Unit, Industri Otomotif Masuki Zona Bahaya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja industri otomotif Indonesia terus menunjukkan tren pelemahan dalam dua tahun terakhir. Hal ini memicu kekhawatiran Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor ini.
Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyampaikan bahwa terdapat sekitar 1,5 juta tenaga kerja yang terlibat langsung di industri otomotif nasional dengan kapasitas produksi mencapai 2,2 juta unit kendaraan roda empat per tahun. Namun, penurunan penjualan domestik yang terus berlanjut berpotensi memicu dampak besar terhadap keberlangsungan industri dan lapangan kerja.
Baca Juga
Saham Adi Sarana (ASSA) Pilihan Teratas dari Sektor Otomotif, Target Harganya Segini
“Sekitar 1,5 juta pekerja ini yang perlu kita perhatikan dalam kondisi sulit ini. Kita tidak ingin terjadi PHK,” tegas Kukuh dalam Rapat Panja Komisi VI DPR RI, Kamis (10/7/2025).
Menurut Kukuh, penjualan mobil domestik tidak lagi mencapai 1 juta unit dalam dua tahun terakhir. Padahal, sejak 2013 Indonesia sempat berada di posisi bergengsi sebagai anggota "One Million Club" — negara dengan penjualan dan produksi mobil di atas 1 juta unit per tahun.
Baca Juga
Menperin Agus Sebut Geliat Potensi Pasar Industri Otomotif di RI Masih Besar, Ini Buktinya
Data tahun lalu menunjukkan bahwa penjualan kendaraan roda empat hanya mencapai 865.000 unit, jauh dari pencapaian historis. “Dua tahun belakangan kita terus turun. Tahun lalu penjualan hanya 865.000 unit, ini menjadi kekhawatiran tersendiri,” ungkapnya.
Selain faktor permintaan dalam negeri yang melemah, ketidakpastian ekonomi global juga menjadi tantangan utama yang dihadapi pelaku industri otomotif. Ketergantungan terhadap komponen impor, perubahan tren pasar, dan pengetatan kebijakan fiskal di berbagai negara turut membebani sektor ini.

