Saham Adi Sarana (ASSA) Pilihan Teratas dari Sektor Otomotif, Target Harganya Segini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menarik didukung keberhasilan perseroan mencatatkan peningkatan laba bersih secara konsisten dalam empat tahun terakhir. Saham ASSA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.300.
Secara teknikal saham ASSA juga direkomendasikan strong buy, seperti MA5, MA10, hingga MA200 dengant arget harga menggiurkan. Akhir pekan lalu, saham ASSA ditutup di level Rp 745.
Baca Juga
Pertumbuhan Berlanjut, Saham Adi Sarana (ASSA) bisa Dulang Cuan lebih dari 130%
Peluang penguatan harga saham ASSA juga diungkapkan analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian. Sekuritas ini menempatkan saham ASSA sebagai pilihan teratas dari segmen otomotif dengan yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.300.
“Meskipun ASSA bukan perusahaan otomotif murni, emiten ini menawarkan pilihan saham alternatif yang menarik, karena model bisnisnya yang terdiversifikasi dan ekspansi pesat solusi logistiknya. Adi Sarana juga ini berada pada posisi yang baik untuk melajutkan pertumbuhan,” tulisnya dalam riset tersebut.
Christofer memperkirakan pertumbuhan laba bersih tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13% dalam tiga tahun ke depan. Pertumbuhan ini didorong oleh layanan logistik ujung-ke-ujung yang tak tergantikan, peningkatan profitabilitas, dan kenaikan permintaan dari perusahaan Tiongkok yang mencari mitra logistik di Indonesia. ASSA juga konsisten dalam membagikan dividen dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga
Menperin Agus Sebut Geliat Potensi Pasar Industri Otomotif di RI Masih Besar, Ini Buktinya
Terkait lanskap industry otomotif domestik, dia mengatakan, mengalami perubahan signifikan, seiring dengan kenaikan ketertarikan konsumen terhadap produsen mobil asal Tiongkok yang menawarkan fitur lebih lengkap dan harga lebih terjangkau.
Pangsa pasar produsen mobil Tiongkok melonjak dari 6% pada tahun 2024 menjadi 12% hingga Mei 2025 Sementara itu, daya beli yang lemah membuat pasar menjadi lebih sensitif terhadap harga, dengan penjualan mobil roda empat dalam lima bulan ini turun sebanyak 6% menjadi 316.854 unit atau baru merefleksikan 35% dari target Gaikindo sebesar 900.000 unit.

