Bauran EBT 2025 Baru 13,21%, Diprediksi Tak Capai Target
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional hingga bulan Mei 2025 baru mencapai 13,21%. Berdasarkan ini, angka bauran EBT di tahun 2025 pun diprediksi tidak akan mencapai target.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu menyampaikan, berdasarkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), target bauran EBT di tahun 2025 adalah sebesar 15,9%. Namun, sumber energi batu bara nyatanya masih sangat mendominasi bauran energi di Indonesia.
“Berdasarkan RUKN, itu target di 2025 itu 15,9%. Terdiri dari BBM-nya 1%, gasnya 20,5%, batu baranya 62,4%. Kemudian realisasi hitungan kami sampai dengan Mei 2025, itu EBT-nya baru 13,2% atau 22,4 TWh, lalu BBM-nya 3,6%, gasnya 15,7%, batu baranya 67,5%,” kata Jisman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR, Senin (1/7/2025).
Berdasarkan realisasi saat ini, Kementerian ESDM pun menghitung proyeksi bauran EBT pada akhir tahun 2025 nanti kemungkinan akan berada di angka 13,59%, yang mana masih cukup jauh dari target yang ditetapkan.
Baca Juga
Sumbangan Bioenergi untuk Bauran Energi Capai 60%, Andalan Menuju NZE 2060
“Untuk 2026-2034, ini sudah ada pakem-pakemnya. Kemudian di RUKN, (bauran EBT ditargetkan) 15,9% di 2025. Kemudian di 2026, 16,4%. Kemudian 2030 sebesar 21%, 2031 sebesar 23,9%, 2032 sebesar 26%, 2034 sebesar 29,4%," papar Jisman.
Maka dari itu, untuk bisa mencapai target-target tersebut, Jisman menyebut pemerintah sudah merencanakan berbagai langkah. Di antaranya adalah percepatan pembangunan pembangkit EBT dalam RUPTL hingga pemanfaatan co-firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Menurut dia, jika pemerintah berhasil membangun pembangkit sesuai dengan RUPTL yang sudah direncanakan, maka PLN bisa melebihi angka bauran energi yang ditargetkan di RUKN mulai 2031.
"Lanjut ke 2032, 2033 juga lebih. Dan di 2034, ujung dari RUPTL itu, kita harapkan bauran energi (EBT) dari PLN itu sudah 34,3% melebihi dari target EBT di RUKN 29,4%," sebutnya.

