ESDM Perkirakan Bauran EBT Hanya Capai 13-14% pada 2025, Ini yang Jadi Hambatan
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia sejatinya memiliki target bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional sebesar 23% di tahun 2025. Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyebut target tersebut tidak akan tercapai.
Arifin mengungkapkan, khusus pada 2023 realisasi capaian bauran EBT tercatat sebesar 13,1% dari target sebesar 17,87%. Dia pun memperkirakan bauran EBT yang akan terwujud di 2025 berkisar pada angka 13-14%.
“Tapi 2025 kita gak sampai bauran. Bauran paling cuma 13-14%,” kata Arifin Tasrif di Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Jakarta, akhir pekan lalu.
Baca Juga
Pemerintah Usulkan Revisi KEN, Bauran EBT Ditarget 70-72% di 2060
Lebih lanjut Arifin menjelaskan, ada sejumlah hambatan yang menyebabkan tidak tercapainya target ini. Di antaranya karena secara infrastruktur masih belum siap untuk penerapan EBT tersebut, dan juga masih ada bottle neck.
“Demand belum naik secara pesat, makanya program-program untuk mendorong demand harus kita lakukan. Contohnya EV (kendaraan listrik), terus kemudian PLTS untuk industri dan perumahan ini harus bisa didorong,” jelas dia.
Sebelum ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, juga mengakui bahwa target bauran EBT nasional yang sebesar 23% di tahun 2025 adalah hal yang sulit dicapai.
Baca Juga
Target Bauran EBT 23% di 2025 Sulit Tercapai, Dirjen EBTKE: Investasinya Gak Ada!
Eniya mengungkapkan, salah satu faktor yang menghambat tercapainya target tersebut karena investasi di sektor EBT masih sedikit. Dengan demikian, maka sulit untuk membangun infrastruktur yang memadai untuk menyokong bauran EBT.
“Kalau banyak pertanyaan kenapa 23% belum tercapai dan sebagainya? Jawabannya ini, investasinya gak ada,” tegas Eniya dalam acara Green Economy Expo yang diselenggarakan Bappenas di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (4/7/2024).

