Pabrik Panel Surya Pertamina NRE-LONGi 1,6 GW Siap Saingi Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) optimistis kemitraan strategis dengan LONGi dalam proyek pembangunan pabrik panel surya berkapasitas produksi 1,6 gigawatt (GW) per tahun memiliki prospek dan potensi bagus sehingga bisa menyaingi pasar global.
Kemitraan strategis Pertamina NRE dan LONGi ditandai penandatanganan term sheet yang dilaksanakan di Cikarang, Kabupaten Bekasi, tepatnya di area pabrik solar panel yang direncanakan. Pabrik panel surya ini diharapkan akan memberikan nilai positif tidak hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga Indonesia.
Baca Juga
Pertamina NRE Kaji Studi Kelayakan Pembangunan Pembangkit Nuklir
“Pertamina NRE agresif mengembangkan portofolio energi hijau. Untuk mencapai target ini tentunya kami perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan mitra strategis. Tujuannya untuk berbagi risiko serta knowledge transfer. Untuk itu yang terpenting adalah memilih mitra tepat. Kami percaya dalam proyek pabrik solar panel ini, LONGi adalah mitra paling tepat untuk kami dengan melihat kapabilitas serta pengalaman mereka,” ungkap CEO Pertamina NRE John Anis dalam acara media briefing seperti dikutip, Minggu (6/7/2025).
Ada tiga hal yang menjadi kunci kesuksesan dalam industri manufaktur panel surya. Pertama, investasi besar untuk riset dan pengembangan. Hal ini menjadi krusial di industri yang memiliki banyak pesaing. Dengan riset dan pengembangan kuat, akan menghasilkan produk dengan teknologi mutakhir dibandingkan pesaing.
LONGi konsisten memperbarui teknologinya sehingga panel surya yang diproduksinya memiliki tingkat efisiensi yang meningkat. Teknologi panel suryanya yang terbaru, Hi-MO 9, bahkan terbaik di dunia dari sisi efisiensi. Bukan itu saja, saat ini LONGi memiliki kapasitas produksi panel surya terbesar di dunia mencapai 120 GW per tahun.
Baca Juga
Listrik Tanpa Batas di Asia Tenggara, ASEAN Power Grid Dibidik Pertamina NRE
Kunci sukses kedua adalah kapital kuat. Dengan modal besar, kemampuan menghadapi dinamika pasar akan lebih mumpuni. Ketiga adalah memiliki rantai pasok global yang kuat. LONGi saat ini telah memasok produk panel surya ke-30 negara dengan pengiriman modul lebih 80 GW pada 2024.
John menambahkan bahwa kolaborasi dengan perusahaan manufaktur panel surya nomor satu di dunia dalam proyek ini akan memberikan manfaat positif bagi Indonesia, antara lain memperkuat komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan mencapai net zero emission 2060, mengembangkan rantai pasokan industri panel surya di Indonesia dan mengurangi produk panel surya impor, transfer pengetahuan, mendukung realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri dengan target capaian tingkat komponen dalam megeri (TKDN) hingga 60%.

