Listrik Tanpa Batas di Asia Tenggara, ASEAN Power Grid Dibidik Pertamina NRE
JAKARTA, investortrust.id - CEO Pertamina New and Renewable Energy (NRE) John Anis mengatakan, pihaknya terus mempersiapkan agar bisa ikut ambil bagian dalam proyek ASEAN Power Grid (APG), di masa mendatang.
Dia menerangkan, ASEAN Power Grid merupakan proyek besar untuk menyambungkan seluruh negara di Asia Tenggara pada satu sistem jaringan listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).
“Jadi ASEAN Power Grid itu idenya kayak di Eropa, nanti setiap negara interconnected, aliran molekul listrik itu sudah tidak ada batasannya dalam tanda kutip,” kata John Anis di Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Baca Juga
Dari Energi Bersih ke Hati Warga! Pertamina NRE Tebar Ratusan Hewan Kurban
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di proyek tersebut, mengingat potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah, seperti panas bumi (geotermal), solar, banyu, hidro, hingga nuklir.
“Itu kalau misalkan kita cukup, kan bisa aja nanti Indonesia ekspor. Ini kan revenue generate buat negara. Ya mungkin belum dalam 1-2 tahun ke depan, tetapi kita jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.
John Anis menerangkan, negara-negara lain di Asia Tenggara sejatinya mulai fokus mengembangkan berbagai macam pembangkit berbasis EBT, seperti Vietnam dan Filipina. Meski proyek APG ini belum akan berjalan dalam waktu dekat, tetapi Indonesia harus mempersiapkan sedari dini.
“Jangan sampai nanti yang masuk situ Laos, Vietnam, atau yang lain lebih memanfaatkan itu. Padahal opportunity-nya harga bagus. Ekspor listrik ke Singapura salah satu yang menarik kan karena harganya bagus. Nah itu bagus untuk kita bisa mengembangkan Indonesia jadi eksportir,” sebut dia.
Baca Juga
Pacu pengembangan PLTS dan PLTB, Pertamina NRE Akuisisi 20% Citicore Filipina Rp 1,9 Triliun
John Anis menilai kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Singapura terkait ekspor listrik bersih menjadi langkah awal tepat untuk memulai dominasi di ASEAN Power Grid.
Pertamina NRE telah menjalin kerja sama dan mengakuisisi 20% saham milik perusahaan EBT Filipina, Citicore Renewable Energy Corporation (CREC). Diharapkan langkah ini bisa memperkuat fondasi bisnis Pertamina NRE sebelum proyek ASEAN Power Grid berjalan.
“Ini salah satu bagian juga bagaimana kita sebut, how to strengthen our muscle. Selama Indonesia punya potensi ke depan yang masih perlu waktu untuk lebih masif, di tempat lain ada yang development masif, ya kita menggunakan itu sebagai building our muscle,” tegas John Anis.

