Mayjen Novi: Bulog Serap 3 Juta Ton Beras hingga Mei
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama (Dirut) baru Perum Bulog Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Novi Helmy Prasetya akan fokus untuk mendukung pencapaian swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Bulog akan menyerap 3 juta ton beras atau gabah setara beras produksi petani dalam negeri, dalam 3 bulan ke depan atau hingga Mei.
"Sudah langsung melaksanakan tugas ini, supaya cepat kita swasembada pangan. Kita mau swasembada pangan ke depan, kita laksanakan," ujar Novi Helmy Prasetya di Jakarta, Minggu 9 Februari 2025, sebagaimana dilansir Antara.
Baca Juga
Meredam Instrumen Tarif Trumpisme, Jangan Merugikan Perekonomian Indonesia
Rapat Minggu dengan Mentan
Dirut menyampaikan bahwa Bulog siap mendukung pencapaian target 3 juta ton setara beras yang telah ditetapkan pemerintah, dan hal ini telah dirapatkan dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. "Baru saja kami menyelesaikan rapat, bersama dengan Pak Menteri Pertanian dengan Pak Komisaris Utama (Bulog) juga. Kemudian sudah disepakati, tadi sudah disampaikan oleh Pak Mentan bahwa nanti Bulog -- pimpinan wilayah juga hadir di 26 wilayah semuanya --, nanti kami akan laksanakan. Insya Allah, kami akan mencapai target, sesuai dengan yang diharapkan 3 juta ton," katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan bekerja keras. Ia juga minta pihak-pihak terkait nanti bekerja sama di lapangan dan akan melibatkan unsur daerah.
Novi optimistis target penyerapan 3 juta ton tersebut bisa tercapai sesuai dengan arahan pemerintah. "Tidak ada kata lain, apa yang menjadi sasaran itu akan kita laksanakan nanti di lapangan. Insya Allah sekali lagi, tiga bulan kurang lebih ke depan untuk target 3 juta ton itu, kita harus optimistis bisa kita dapatkan," tandasnya.
Baca Juga
Berbalik Arah, Asing Beli Neto Rp 1,45 Triliun di Pasar Keuangan
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tercatat baru saja melakukan pergantian direksi Perum Bulog, dengan menetapkan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai direktur utama. Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025.
Novi sebelumnya menjabat sebagai asisten teritorial panglima TNI. Ia akan memulai masa baktinya sebagai direktur utama Bulog bersama dengan Direktur Keuangan Bulog yang baru Hendra Susanto.
Selain direksi, jajaran Dewan Pengawas Perum Bulog juga mengalami perombakan. SK Nomor SK-29/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025 mengakhiri Wicipto Setiadi sebagai dewan pengawas, diganti dengan Verdianto Iskandar Bitticaca. Verdianto seorang purnawirawan Polri, yang sebelumnya mengemban amanat sebagai asisten utama Kapolri bidang Operasi.
Presiden Siapkan Anggaran Rp 16,6 T
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan harga gabah pada masa panen raya 2025 tidak boleh turun dari keputusan harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp 6.500 per kilogram. “Ingat, kita ini mutlak harus swasembada. Karena itu, produksi juga harus kita jaga. Jangan sampai turun apalagi merugikan petani. Saya juga ingin agar segera disiapkan gudang penyimpanan, karena Presiden (Prabowo Subianto) menyiapkan anggaran Rp 16,6 triliun. Insya Allah bisa dicairkan dalam waktu dekat,” ujar Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan, Presiden Prabowo sebagai panglima tertinggi negara telah menyampaikan kewajiban pemerintah dalam membeli gabah petani sebesar Rp 6.500. Ia tidak ingin harga sebesar itu turun.

