Sumbangan Bioenergi untuk Bauran Energi Capai 60%, Andalan Menuju NZE 2060
JAKARTA, investortrust.id - Plt Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Jisman Hutajulu mengungkapkan bioenergi merupakan salah satu sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) yang memegang peran penting dalam perjalanan Indonesia menuju Net Zero Emission 2060.
Jisman menjelaskan, sebelum mencapai target NZE di tahun 2060, dalam jangka waktu pendek target yang harus dicapai adalah kontribusi EBT sebesar 23% pada tahun 2025. Target ini diatur dalam Kebijakan Energi Nasional. Untuk merealisasikan target ini, bioenergi bisa diandalkan karena punya sumbangsih yang besar.
“Pada tahun 2023 kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional baru mencapai sekitar 13,2%, di mana bioenergi memberikan kontribusi sekitar 7,7% atau sekitar 60% dari total bauran energi,” papar Jisman dalam Seminar Tantangan Industri Bioenergi, Selasa (27/2/2024).
Dijelaskan oleh Jisman, salah satu peran bioenergi yang besar adalah penyediaan dan pemanfaatan biodiesel, di mana pada tahun 2023 telah disalurkan biodiesel untuk domestik sebesar 12,3 juta kilo liter yang dapat menghemat devisa negara sekitar lebih dari Rp 122 triliun dan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 132 juta ton CO2 equivalent.
Baca Juga
Kementerian ESDM Ungkap Tantangan Industri Bioenergi Indonesia
Bioenergi disebut Jisman, bukan hanya menjadi sumber energi terbarukan, tetapi juga sebagai bagian integral dari strategi pemerintah untuk mengurangi emisi karbon, meningkatkan keberlanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Sebagai energi terbarukan, bioenergi yang terdiri dari biomassa, biogas, dan bahan bakar nabati dapat menggantikan bahan bakar fosil di semua sektor terkait pembangkit listrik, bahan bakar untuk sektor industri dan komersil, transportasi, dan juga rumah tangga,” terang dia.
Indonesia sejatinya memiliki dua komitmen utama terhadap mitigasi perubahan iklim yang harus dicapai. Selain mewujudkan NZE 2060, terdapat pula target Nationally Determine Contribution (NDC) untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030.
Target tersebut kata Jisman, telah diperbaharui menjadi 31,9% terhadap skenario business as usual dengan usaha sendiri dan penurunan sebesar 41% pada tahun 2030 yang telah diperbarui menjadi 43,2% terhadap skenario business as usual dengan bantuan internasional.
“Program transmisi energi menjadi salah satu yang menentukan keberhasilan pencapaian target tersebut. Dalam mendukung program transisi energi tersebut, pemanfaatan EBT akan menjadi sangat dominan yang dijabarkan dalam target strategi dan program pemanfaatan EBT secara bertahap, terukur, dan tepat sasaran,” terang Jisman.
Baca Juga
ENI Berminat Kembangkan Bioenergi di Indonesia, Ini Penjelasan Menteri ESDM

