Nvidia dan Microsoft Kini Punya Saingan Usai OpenAI Sewa Chip AI dari Google
CALIFORNIA, investortrust.id - OpenAI dilaporkan mulai menyewa chip kecerdasan buatan (AI) milik Google untuk mendukung kebutuhan komputasi produknya, termasuk ChatGPT. Langkah ini menandai perubahan strategi signifikan dari perusahaan yang selama ini dikenal sangat bergantung pada chip grafis (GPU) Nvidia dan infrastruktur data center milik Microsoft.
Dikutip dari laporan Reuters, Sabtu (28/6/2025), OpenAI kini menyewa chip Tensor Processing Units (TPUs) dari Google Cloud. TPU merupakan chip AI khusus yang selama ini lebih banyak digunakan secara internal oleh Google.
Baca Juga
Geser Microsoft, Nvidia Jadi Perusahaan Terbesar di Dunia dengan ‘Market Cap’ US$ 3,77 Triliun
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Google mulai membuka penyewaan TPU ke eksternal demi mendorong pertumbuhan bisnis cloud-nya. Di sisi lain, langkah OpenAI ini menunjukkan upaya perusahaan untuk mendiversifikasi sumber daya komputasi mereka dan mengurangi tekanan biaya.
Google sendiri telah menarik sejumlah klien besar untuk menggunakan TPU mereka, termasuk Apple, serta startup pesaing OpenAI seperti Anthropic dan Safe Superintelligence, yang merupakan dua perusahaan yang didirikan oleh mantan petinggi OpenAI.
Meski demikian, menurut The Information, Google tidak memberikan akses penuh kepada OpenAI terhadap TPU generasi terbarunya. Seorang karyawan Google Cloud menyebutkan bahwa chip paling kuat milik mereka tidak disewakan kepada kompetitor langsung.
Baca Juga
OpenAI Gandeng Google Cloud, Kolaborasi Tak Terduga Dua Rival AI
Perluasan pemakaian chip TPU oleh OpenAI sekaligus memperlihatkan dinamika baru dalam lanskap industri AI global. Pasalnya, selama ini Nvidia menjadi pemain dominan berkat permintaan tinggi terhadap GPU untuk pelatihan model AI. Namun, dengan harga chip Nvidia yang sangat mahal dan ketersediaan yang terbatas, perusahaan-perusahaan seperti OpenAI mulai mencari alternatif yang lebih efisien.
Kolaborasi antara dua raksasa teknologi yang bersaing ini juga mencerminkan kompleksitas hubungan dalam ekosistem AI saat ini, di mana persaingan bisnis dapat berjalan beriringan dengan kerja sama strategis.
Baca Juga
Terjun 12% Sepekan, Minyak Global Catat Penurunan Mingguan Terdalam sejak 2022
Bagi Google, keberhasilan menggaet OpenAI sebagai klien menunjukkan daya saing teknologi mereka di sisi infrastruktur AI. Selain memperluas portofolio pelanggan, langkah ini juga memperkuat posisi Google Cloud di tengah persaingan ketat dengan Amazon Web Services (AWS) dan Microsoft Azure.
Langkah OpenAI ini dinilai sejumlah analis sebagai sinyal penting bahwa dominasi Nvidia di pasar AI mulai menghadapi tantangan. Jika TPU milik Google terbukti efektif dalam menurunkan biaya inference dan meningkatkan efisiensi, hal ini dapat membuka ruang lebih besar bagi adopsi chip alternatif di sektor AI global.

