Neraca Dagang Mei 2025 Diprediksi Surplus Jumbo, Perang Iran-Israel Tak Buat Ekspor RI Goyang
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memprediksi neraca perdagangan pada Mei 2025 akan meningkat. Bahkan, angkanya disebut bisa menjadi level tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Mendag Budi mengutip data terakhir yang sempat disampaikan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati yang mengungkapkan surplus perdagangan pada Mei 2025 akan mencapai US$ 4,9 miliar.
Baca Juga
Kemendag Targetkan Kejar Surplus Dagang Dua Kali Lipat Tahun Ini
"Justru yang bulan Mei ini, surplus terbesar terbesar dalam dua tahun terakhir. Jadi naik lagi," ucap Mendag Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (26/6/2025).
Oleh sebab itu, menurut Mendang Budi, konflik yang terjadi di Timur Tengah, yakni perang antara Iran dan Israel hingga kini belum memberikan dampak pada perdagangan Tanah Air. Ia menyoroti ekspor produk Indonesia tidak mengalamu tren penurunan.
"Jadi tidak ada masalah. Artinya enggak (masalah), alhamdulillah sampai saat ini enggak ada pengaruh. Belum ada pengaruh dengan situasi perang dan sebagainya. Ekspor kita tetap naik," ungkapnya.
Baca Juga
Neraca Perdagangan Surplus Beruntun 60 Bulan, Capai US$ 0,16 Miliar April
Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru akan mengumumkan data perdagangan Indonesia, seperti ekspor, impor, neraca untuk Mei 2025 pada 1 Juli 2025 mendatang.
Kendati demikian, Mendag Budi mengakui neraca perdagangan pada April 2025 mengalami penurunan atau terendah sejak Mei 2020, yakni mencapai US$ 160 juta. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan adanya libur panjang dan gejolak kebijakan impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
"Karena awal April itu kan masih libur panjang. Jadi ekspornya tertunda, kan banyak perusahaan juga libur. Yang kedua saat itu lagi ramainya tarif Trump, jadi itu banyak yang menunda karena meminta kepastian," terang Budi.

