Stok Batu Bara di Pembangkit Listrik India Cetak Rekor 61,3 Juta Ton dan Cukup untuk 25 Hari
NEW DELHI, Investortrust.id - Stok batu bara di pembangkit listrik termal di India mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 61,3 juta ton. Demikian diungkapkan Kementerian Perkeretaapian negara itu, Rabu (25/6/2205).
Dilansir Economic Times, stok rekor ini dimungkinkan karena pemuatan batu bara secara mekanis ke gerbong - disebut pemuatan silo- cukup untuk memenuhi konsumsi India selama 25 hari.
Baca Juga
Tutup PLTU Batu Bara Terakhirnya, Irlandia Andalkan Energi Angin yang Sumbang 35% Listrik Nasional
Para pejabat mengatakan, stok batu bara di pembangkit listrik India saat ini lebih dari total produksi batu bara Kanada.
Pernyataan itu dikeluarkan setelah tinjauan bersama Menteri Batu Bara dan Pertambangan G Kishan Reddy dan Menteri Perkeretaapian Ashwini Vaishnaw. Para Menteri fokus pada perluasan infrastruktur silo di seluruh ladang batu bara India.
“Terjadi peningkatan signifikan pangsa batu bara yang dimuat melalui silo dari 18,8% pada 2022–2023 menjadi 29% pada 2025 yang menunjukkan dorongan jelas dan berkelanjutan untuk meningkatkan logistik bat ubara,” tambah pernyataan tersebut.
Baca Juga
Harga Batu Bara Turun Tipis di Tengah Eskalasi Perang Iran-Israel
Pemuatan silo mengacu pada proses mekanis pemuatan material curah (seperti batu bara) ke dalam gerbong kereta api langsung dari silo penyimpanan, alih-alih menggunakan metode konvensional, seperti pemuat ujung depan atau penggali manual.
Proses ini memastikan ukuran batu bara yang seragam, menghilangkan keluhan batu-batu besar dari pembangkit listrik, mengurangi kerusakan gerbong, dan memungkinkan operasi andal tanpa terpengaruh cuaca buruk.

