Tutup PLTU Batu Bara Terakhirnya, Irlandia Andalkan Energi Angin yang Sumbang 35% Listrik Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Irlandia menjadi negara Eropa terbaru yang mengakhiri operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara secara total. Sebagai gantinya, Irlandia akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) atau angin yang memasok lebih sepertiga atau 35% listrik negara itu.
Perusahaan listrik negara Irlandia, yaitu Electricity Supply Board (ESB) melaporkan, PLTU batu bara terakhir di negara mereka resmi ditutup di County Clare, setelah beroperasi selama lebih 40 tahun.
"Ini adalah akhir dari batu bara di Irlandia dan awal dari masa depan energi yang lebih bersih," kata Kepala Eksekutif ESB Paddy Hayes, dikutip dari Bloomberg, Senin (23/6/2025).
Baca Juga
Bank Irlandia akan Hentikan Bisnis Pinjaman Korporasi Inggris
Menurut data Ember, global energy think tank, peningkatan energi baru terbarukan (EBT) besar-besaran di Eropa untuk melawan perubahan iklim telah menyebabkan benua Biru itu mengurangi hampir separuh keberadaan batu bara di jaringan listrik. Hingga 2013, batu bara sejatinya memiliki porsi terbesar dalam bauran listrik di Eropa.
Langkah yang diambil Irlandia dengan menghentikan seluruh operasional PLTU batu bara ini mengikuti jejak negara-negara, seperti Inggris. Suntik mati PLTU batu bara ini dimungkinkan oleh sektor angin yang sedang berkembang pesat di Irlandia. Energi angin telah memasok lebih dari sepertiga listrik Irlandia.
Kendati demikian, kelompok lingkungan memperingatkan bahwa meningkatnya ketergantungan pada gas dan perluasan pusat data dapat merusak target iklim Irlandia jika investasi besar dalam fleksibilitas dan penyimpanan jaringan tidak dilakukan.
Seiring transisi ini, pembangkit listrik batu bara Irlandia, Moneypoint, akan tetap siaga dan akan menggunakan bahan bakar minyak dalam situasi darurat di bawah arahan operator jaringan listrik Irlandia EirGrid hingga 2029.
Baca Juga
Lokasi tersebut sedang dalam transisi untuk menampung lebih banyak aset untuk transisi energi, dengan kompensator sinkron pertama Irlandia mulai beroperasi di sana pada 2022.
Perangkat ini membantu jaringan mengatur inersia dan frekuensi pada jaringan dalam menghadapi meningkatnya energi terbarukan. Jenis stabilitas jaringan ini penting untuk menjaga lampu tetap menyala bahkan ketika sejumlah besar energi terbarukan membanjiri sistem.
Menurut laporan Beyond Fossil Fuels, pada 2025, Italia juga dikabarkan akan menutup dua pembangkit listrik utama dan pembangkit listrik tersisa di Spanyol akan dipensiunkan atau diubah menjadi pembangkit listrik gas.

