RI Perlu Matikan PLTU 3 GW Setiap Tahun untuk Wujudkan Listrik Bebas Batu Bara di 2040
JAKARTA, investortrust.id - Berdasarkan analisis terbaru Ember Energy, Indonesia perlu menurunkan kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara (PLTU) sebesar 3 gigawatt (GW) per tahun, jika ingin bebas dari listrik batu bara pada 2040 mendatang.
Bukan hanya itu, secara paralel Indonesia juga mesti meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga 8 GW per tahun hingga mencapai 65% dari proyeksi permintaan listrik 806 terawatt hour (TWh) pada 2040. Hitungan ini dengan proyeksi permintaan listrik tumbuh 5% per tahun.
“Indonesia berada di titik penentu untuk mengakhiri penggunaan batu bara pada 2040. Bahan baku untuk komponen baterai menjadi kekuatan utama Indonesia dalam mendukung kapasitas penyimpanan energi terbarukan,” ujar Analis Senior Kebijakan Ketenagalistrikan untuk Asia Tenggara Ember, Dinita Setyawati, Kamis (5/12/2024).
Menurutnya, hal ini bakal menghadirkan potensi besar untuk mengintegrasikan energi surya dengan baterai, yang akan memfasilitasi transisi menuju ekonomi hijau.
Secara rinci, tenaga surya akan menyumbang 20%, angin 11%, dan sumber energi terbarukan lainnya seperti nuklir, panas bumi, bioenergy, dan hidro akan berkontribusi sebesar 34%.
Baca Juga
IESR Dorong Pemerintah Segera Tetapkan Roadmap Pensiun Dini PLTU Batu Bara
“Untuk memaksimalkan pemanfaatan energi surya, Indonesia juga perlu mengintegrasikan penyimpanan baterai 4 GW per tahun hingga 2040, terutama karena beban puncak listrik terjadi pada malam hari,” jelas Dinita.
Analisis Ember juga mencakup beberapa rekomendasi untuk merealisasikan dekarbonisasi listrik di Indonesia. Di antaranya adalah keterlibatan sektor swasta yang lebih besar, integrasi penyimpanan energi untuk memaksimalkan penggunaan tenaga surya, serta kerangka kerja peraturan yang komprehensif untuk pensiun dini PLTU.
Selain itu, perlu juga rencana diversifikasi ekonomi untuk provinsi-provinsi yang bergantung pada batu bara, peningkatan konektivitas jaringan listrik, fleksibilitas PLTU yang lebih baik, dukungan keuangan, dan menyertakan batu bara di luar jaringan PLN (PLTU captive) ke dalam rencana pensiun dini PLTU.
“Sebagai pemilik pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar kelima di dunia, ambisi Indonesia untuk memensiunkan PLTU pada 2040 adalah titik balik signifikan. Untuk mencapainya, Indonesia perlu mempercepat ekspansi energi terbarukan dan merumuskan kebijakan transisi yang adil,” kata Manajer Komunikasi Asia Ember, Rini Sucahyo.
Dia memandang ini adalah tantangan yang berat, namun juga merupakan peluang bagi Indonesia untuk mewujudkan perekonomian yang berkelanjutan dan juga berpotensi mengubah penggunaan batu bara global.

