Pengembang Optimistis Kuota KPR FLPP 350.000 Unit Terserap Optimal
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah berencana menambah kuota kredit pemilikan rumah (KPR) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit dari yang sebelumnya 220.000 unit hingga akhir tahun ini.
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah menilai, walaupun hingga saat ini masih belum ada aturan terkait penambahan kuota FLPP, pihaknya optimistis bisa menyerapnya secara optimal. Namun ia tak menampik, serapan 350.000 kuota FLPP tambahan tersebut merupakan tugas yang cukup berat.
"Jangan sampai kuota yang disiapkan oleh pemerintah tidak terserap nantinya tapi kita tetap optimistis walaupun tinggal waktu enam bulan ya," kata Junaidi kepada wartawan di Kantor DPP Apersi, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (20/6/2025).
Junaidi menurutkan, kuota FLPP tahun 2025 yang sejumlah 220.000 unit itu, baru terserap sekitar 40%. Berdasarkan data dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), per 17 Juni 2025, sudah ada 107.761 unit rumah subsidi yang sudah disalurkan ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
Menteri Ara Libatkan UI Kaji Program Perumahan, Termasuk FLPP dan BSPS
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Apersi Deddy Indrasetiawan menyatakan, pihaknya akan tetap memproduksi rumah subsidi terlebih sudah ada tambahan kuota. Namun, adanya tambahan kuota ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengembang agar bisa tetap terserap oleh para MBR.
"Apersi akan tetap berproduksi, apalagi dengan tambahan kuota dari 220.000 (unit) jadi 350.000 (unit) ini jadi suatu angin surga buat kita. Biasanya kan kami akhir-akhir bulan Juni sampai Agustus sudah deg-degan masalah kuota," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati menyatakan, pihaknya menggenjot penambahan kuota perumahan rakyat skema FLPP yang ditargetkan mencapai 350.000 unit segera cair pada 5 Agustus 2025 mendatang.
"Kebetulan saya menjadi penanggung jawab FLPP bersama Pak Heru (Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho), 5 Agustus (2025) 350.000 (unit) harus selesai. Nanti Pak Heru mau upaya lagi sebesar 440.000 (unit). Insyaallah, capaian bisa tercapai," katanya beberapa waktu lalu.
Baca Juga

