Pengembang Optimistis Beleid Perpanjangan Subsidi Perumahan (FLPP) Dilansir Januari 2025
BANDUNG, investortrust.id - Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto optimistis Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan segera menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) atau rumah subsidi di awal Januari 2025 mendatang.
"Kalau PMK, tanggal 31 Desember (2024), Menteri PKP (Perumahan dan Kawasan Permukiman, red) akan mengirim surat kepada Kementerian Keuangan. Semoga di tanggal 2 (Januari 2025) sudah diterima dan semoga mendapatkan respons yang baik," kata Joko kepada wartawan saat ditemui di Buana Cicalengka Raya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/12/2024).
Berdasarkan catatan investortrust.id, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan mengucurkan biaya sebesar Rp 28,2 triliun untuk mendukung pembangunan 220.000 unit rumah subsidi pada 2025.
Diketahui, program ini merupakan bagian dari upaya percepatan realisasi target pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca Juga
Menteri BUMN Harap Ada Regulasi yang Mempercepat Penyaluran 800 Ribu Rumah FLPP
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatakan, dana tersebut akan disalurkan melalui skema eksisting 75% Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP dan 25% dari BUMN pembiayaan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.
"Di awal Januari 2025 mendatang, perbankan sudah dapat melaksanakan akad KPR FLPP. Untuk itu, mohon kesiapan dari para stakeholder, terutama kepada perbankan dan pengembang, untuk memastikan rumah dalam status ready stock," kata Heru di Auditorium Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (23/12/2024) lalu.
Heru menambahkan, langkah ini merupakan terobosan nyata untuk mempercepat realisasi program FLPP sekaligus mendukung pencapaian target program 3 juta rumah. Saat ini, BP Tapera bersama perbankan tengah membahas porsi penyaluran dan suku bunga tiering.
"Upaya ini dapat berpotensi meningkatkan target penyaluran di atas 300.000 unit rumah di tahun 2025," kata Heru menambahkan.
Sebagai wujud komitmen bersama, BP Tapera, perbankan, dan pengembang telah mendeklarasikan diri untuk menyukseskan program 3 juta rumah.
"Kami berharap kolaborasi ini semakin erat agar alokasi dana dapat dimanfaatkan secara maksimal, dengan memastikan rumah yang dibangun sesuai standar dan tepat sasaran," ungkap Heru.
Sebelumnya, anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Prabowo, Bonny Z Minang menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan kuota FLPP atau rumah subsidi menjadi 334.000 unit per tahun.
''Kuota FLPP sebelumnya ditargetkan 200.000 unit per tahun. Satgas Perumahan menaikkan 100.000 unit sehingga total menjadi 300.000 unit. Selain itu, jika program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) disetujui oleh Kementerian Keuangan, akan ada tambahan 34.000 unit. Jadi totalnya 334.000 unit per tahun,'' kata Bonny beberapa waktu lalu.

