Laba Naik US$ 3,12 Miliar, PHE Catat Temuan Migas Terbesar 15 Tahun Terakhir pada 2024
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai subholding upstream Pertamina mencatatkan laba bersih sebesar US$ 3,12 miliar (Rp 50,8 triliun) pada 2024 meningkat 14,51% atau setara dengan US$ 395,50 juta dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar US$ 2,73 miliar (Rp 44,5 triliun). Pada 2024, mencatat sumber daya 2C terbesar yang berhasil ditemukan perusahaan dalam 15 tahun terakhir.
Pencapaian kinerja 2024 tersebut didukung seluruh entitas afiliasi PHE, yaitu Regional-1 Sumatera, Regional-2 Jawa, Regional-3 Kalimantan, Regional-4 Indonesia Timur, Regional-5 Internasional, Elnusa, Badak LNG, dan Pertamina Drilling Service Indonesia.
"PHE berkomitmen melaksanakan rencana kerja secara optimal dan terus berupaya meningkatkan produksi, guna menyukseskan target swasembada energi sesuai amanat dan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang sejalan dengan visi PHE untuk menjadi perusahaan yang mengedepankan ketahanan, ketersediaan dan keberlanjutan energi," jelas Direktur Utama PHE Chalid Said Salim dalam keteranganya, Senin (16/6/2025).
Baca Juga
Laba Pertamina Menyusut karena ICP Anjlok, Target Produksi Tetap 'Ngebut' 1 Juta BOPD
Pertamina Hulu Energi pada 2024 membukukan produksi minyak dan gas (migas) melebihi 1 juta barel setara minyak per hari, yaitu 1.045 MBOEPD. Dari total produksi 2024, PHE menjadi kontributor 69% minyak nasional dan 37% gas nasional. Sejak terbentuknya subholding upstream pada 2021, produksi migas Pertamina Hulu Energi mengalami pertumbuhan produksi migas rata-rata tahunan sebesar 5% dalam 3 tahun terakhir.
"PHE pada 2024 juga mencatatkan kinerja penyelesaian 22 pengeboran sumur eksplorasi, 821 pengeboran sumur pengembangan, 981 kegiatan workover dan 36.860 kegiatan well services," kata dia.
Pencapaian pengeboran ini mengalami kenaikan dalam 3 tahun terakhir. Secara keseluruhan, mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 27,8% untuk pengeboran sumur eksplorasi, 19,1% untuk realisasi sumur pengembangan, dan 17,3% untuk realisasi sumur workover. "Seluruh pencapaian subholding upstream Pertamina ini dapat dicapai di tengah tantangan fluktuasi harga minyak dan kondisi geopolitik sepanjang 2024," kata dia.
Dalam bidang eksplorasi, pada 2024 PHE mencapai total temuan sumber daya 2C sebesar 652,19 juta barel setara minyak (MMBOE). Penemuan sumber daya 2C pada 2024 ini mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 11,3% dalam 3 tahun terakhir dengan total temuan sumber daya 2C pada tahun 2021 sebesar 486,70 MMBOE.
Pada 2024, PHE berhasil mendapatkan dua discovery besar, yakni dari struktur Tedong (TDG)-001 dengan sumber daya 2C sebesar 108,05 juta barel setara minyak (MMBOE) dan dari struktur Padang Pancuran (PPC)-1 dengan sumber daya 2C sebesar 140,61 MMBOE. Ini menjadi sumber daya 2C terbesar yang berhasil ditemukan Pertamina dalam 15 tahun terakhir. PHE juga mencatatkan survei Seismik 2D sepanjang 769 km dan Seismik 3D seluas 4.990 km² pada 2024.
Pada tahun lalu, PHE juga menandatangani kontrak bagi hasil untuk satu wilayah kerja eksplorasi baru di luar negeri, yakni Blok SK510 di offshore Sarawak, Malaysia, dan dua wilayah kerja eksplorasi baru di dalam negeri, yaitu Blok Melati di offshore dan onshore Southeast Sulawesi dan Blok North Ketapang di offshore North East Java. Tiga wilayah kerja eksplorasi baru ini memiliki estimasi total sumber daya potensial sebesar 3,02 miliar barel setara minyak (BBOE).
Baca Juga
Raih Laba Rp 49,5 T dan PNBP Rp 401 T, Ini Kisah Sukses Pertamina di Tengah Tantangan Global
Di bidang environment, social, governance (ESG), program dekarbonisasi yang dijalankan PHE pada 2024 berhasil memangkas emisi karbon sebesar 1.186,87 kiloton setara CO2 (KTon CO2e). Komitmen PHE dalam keberlanjutan juga mencatatkan provisional rating ESG BBB dari lembaga rating internasional MSCI ESG.
Kinerja cemerlang ini dibuktikan dengan PHE yang mendapatkan banyak prestasi, di antaranya memboyong 12 predikat Proper Emas, 19 Proper Hijau dan 4 Proper Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup atas kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup pada 2024.

