Tutup 2025, Pertamina Catat Temuan Migas Signifikan di 'Offshore' Mahakam
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream PT Pertamina (Persero), menutup 2025 dengan capaian eksplorasi migas baru di Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang memperkuat prospek peningkatan produksi nasional dan menjaga ketahanan energi Indonesia di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan migas.
Keberhasilan tersebut dicapai melalui afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang menemukan sumber daya minyak dan gas bumi dari pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai (offshore) South Mahakam, Kalimantan Timur.
Direktur Eksplorasi PHE Muharram Jaya Panguriseng mengatakan pengeboran sumur MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE untuk mempercepat monetisasi temuan dengan memanfaatkan fasilitas produksi terdekat pada lapangan migas yang telah memasuki fase matang. "Di tengah keterbatasan area kerja, PHM tetap konsisten menjalankan eksplorasi dengan mengadopsi konsep dan pendekatan geologi terkini," kata dia dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).
Dia mengatakan, keberhasilan tersebut mencerminkan konsistensi dan kolaborasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya MIneral (ESDM). “Keberhasilan ini adalah bukti nyata dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature," kata dia.
Diharapkan temuan sumber daya kontijen original oil in place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional.
Baca Juga
Sejak pengelolaan Blok Mahakam diambil alih pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan tinggi. Empat di antaranya mencatatkan temuan migas, termasuk sumur MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu discovery signifikan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), regional Kalimantan subholding upstream Pertamina, Sunaryanto menyampaikan bahwa eksplorasi menjadi faktor kunci keberlanjutan pasokan energi.
“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia,” ujarnya.
Sumur MDP-1x berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus formasi yakin. Meskipun target utama formasi tersebut hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi, PHM mengidentifikasi potensi sumber daya menjanjikan pada lapisan yang lebih dangkal, yaitu Sepinggan Carbonate Sequence dan Sepinggan Deltaic Sequence.
Hasil uji alir pada zona Sepinggan Carbonate Sequence, yang merupakan evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1x tahun 2022, mengonfirmasi kemampuan produksi reservoir karbonat dan batu pasir yang baik. Dengan interval uji sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatat laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari dan produksi gas 5 juta kaki kubik standar per hari.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa lapangan migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi signifikan apabila dikelola melalui inovasi teknologi dan pendekatan eksplorasi yang tepat.
Sebelumnya, pada awal 2025, subholding upstream Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Prabumulih mencatat kinerja menonjol melalui uji produksi sumur BNG-064 yang melampaui target hingga 990%. Sumur yang berlokasi di Blok D struktur Benuang, Field Adera, menghasilkan 1.400 barel minyak per hari dan 4,51 juta kaki kubik standar gas per hari, jauh di atas target awal.
Baca Juga
Pertamina Hulu Mahakam 'Onstream' Proyek Sisi Nubi AOI, Produksi Gas Naik Bertahap
Keberhasilan tersebut berlanjut dengan penemuan sumur BNG-067 di Area North West Benuang yang mencatat produksi minyak 660,34 barel per hari atau 440% dari target awal, serta produksi gas 0,807 juta kaki kubik standar per hari. Kinerja eksplorasi di darat Jawa Barat melalui sumur EPN-002 juga menjadi catatan penting sepanjang 2025.
Rangkaian temuan pada 2025 melengkapi kinerja eksplorasi 2024, ketika PHE mencatat penemuan sumber daya inplace gas bumi lebih dari 1,8 triliun kaki kubik atau hampir setara 320 juta barel minyak. Temuan tersebut berasal dari struktur Wolai-East Wolai, Morea, serta struktur Tedong di Sulawesi Tengah.

