Laba Pertamina Menyusut karena ICP Anjlok, Target Produksi Tetap 'Ngebut' 1 Juta BOPD
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina (Persero) mengumumkan pencapaian laba sebesar US$ 3,13 miliar (Rp 50,9 triliun) sepanjang 2024. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2023 sebesar US$ US$ 4,77 miliar (Rp 76,5 triliun). Meski demikian, target 1 juta barrel oil per day (BOPD) minyak pada 2028 tetap digenjot.
Direktur Keuangan PT Pertamina Emma Sri Martini mengungkapkan, penurunan ini terjadi karena memburuknya seluruh parameter di global, baik itu harga minyak mentah (crude price/ICP), minyak mentah Brent, hingga Mean of Plats Singapore (MOPS).
“Kalau dilihat dari seluruh parameter global, terjadi perburukan dari seluruh parameter, baik itu Brent, crude price (ICP), MOBS, yang semuanya melandai,” kata Emma dalam konferensi pers Capaian Kinerja Pertamina Tahun 2024 yang berlangsung di Jakarta, Jumat (13/5/2025).
Dia menyampaikan, hingga spread tahun ini, seluruh parameter kunci, seperti harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terkoreksi cukup lebar dibandingkan dengan realisasi sepanjang 2024.
Sebagai contoh, Emma memaparkan bahwa realisasi ICP year-to-date (ytd) berada di angka US$ 70 per barel. Sementara itu, posisi ICP pada Mei 2025 berada di angka US$ 62 per barel.
“Jadi kalau kita lihat ini di samping investasi akan menjadi terhambat karena kalau tidak disikapi dengan regulasi yang harus ada breakthrough secara fundamental,” ujar Emma.
Baca Juga
Pertamina Pastikan Impor Minyak dari AS Bukan Tambah Kuota, tetapi 'Shifting' Negara Lain
Hal ini, kata Emma, yang akan dikoordinasikan dengan pemerintah, yaitu untuk menyikapi volatilitas dari crude price agar tidak menghambat dari sisi produksi dan lifting.
“Ini yang ke depan kita akan sikapi betul bagaimana reform dari regulatory framework dari sisi upstream dan oil and gas sektor ini yang harus kita sikapi betul untuk tidak menghambat percepatan dan target pemerintah 1 juta barrel oil per day (BOPD) pada 2028 ini ke depan,” terang dia.
Pertamina menargetkan lifting minyak sebesar 748.000 BOPD dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025. Target lifting ini berasal dari aset dalam negeri sebanyak 417.000 BOPD dan portofolio luar negeri sebesar 331.000 BOPD.
Pertamina berkomitmen meningkatkan produk dalam negeri dengan realisasi belanja nasional mencapai Rp 415 triliun yang memberikan kontribusi kepada 4,1 juta apangan kerja dan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp 702 triliun pada 2024.
Sementara menurut sumber, dividen Pertamina tahun buku 2024 sekitar Rp 41 triliun.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menegaskan seluruh subholding dan anak perusahaan Pertamina fokus memberikan kinerja terbaik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sepanjang 2024, imbuh Fadjar, Pertamina telah melakukan pengeboran intensif dan masif dengan 22 exploration, 821 development, 981 workover, serta 36.860 well intervention well services (WIWS).
Di sektor midstream, Pertamina terus mengoptimalkan kinerja kilang yang telah berhasil mencapai yield valuable hingga 83,2% dengan volume intake rerata 320 juta barel. Kontribusi kilang Pertamina mencapai 70% BBM nasional serta 100% untuk produk avtur dan biosolar.
Di bisnis hilir, sepanjang 2024 Pertamina berhasil mencatatkan rekor penjualan BBM sebanyak 105 juta KL naik 6% dibanding 2023. Pada saat yang sama, Pertamina sukses menjalankan penugasan pemerintah dalam penyaluran BBM subsidi.
Pertamina mengelola lebih dari 15.000 titik ritel BBM dan lebih dari 250.000 titik pangkalan LPG, guna memastikan ketersediaan energi di seluruh Indonesia.
Pada bisnis gas, Pertamina berhasil mengelola 312 juta MMBTU volume niaga gas. Sedangkan, volume transmisi gas meningkat 6% dibandingkan 2023, menunjukan bahwa Pertamina menguasai 91% pasar gas bumi di Indonesia (market share).
Baca Juga
Pertamina Gelar RUPS, Rombak Besar-besaran Direksi dan Komisaris?
Pada sektor integrated marine logistics, volume kargo diangkut mencapai 161 juta KL. Pertamina juga meningkatkan tonase kapal 24% dibanding tahun 2023.
Sementara Pertamina New and Renewable Energy mampu mencapai total produksi listrik 8.475 GWh, naik 55% dibanding tahun lalu. Produksi listrik tersebut utamanya dari beroperasinya PLTGU Jawa Satu Power.
Selain kinerja positif, Pertamina juga melakukan inovasi dalam operasional bisnisnya dengan lebih ramah lingkungan. Hasilnya, sepanjang 2024 Pertamina berhasil melakukan dekarbonisasi emisi GRK sebesar 1,7 juta ton CO2e.

