Persaingan Sengit Telkomsel, Indosat, dan XLSmart, Siapa Paling Memikat?
JAKARTA, investortrust.id - Kehadiran PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) atau XLSmart membawa warna baru dalam peta persaingan industri operator seluler Indonesia. Penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren ini mendorong Telkomsel (TSEL) dan PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) Tbk (ISAT) menyusun strategi baru demi merebut hati pelanggan.
Dengan kini hanya tersisa tiga operator besar, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) berharap industri telekomunikasi nasional menjadi lebih sehat, kompetitif, dan mampu menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat. Lantas, siapa yang paling memikat?
Telkomsel
Sebagai pemain dominan, Telkomsel masih menjadi pemimpin industri dengan penguasaan sekitar 50% pangsa pasar nasional. Per akhir 2024, perusahaan pelat merah ini tercatat memiliki lebih 159 juta pelanggan aktif.
Baca Juga
Sambut Baik Migrasi eSIM, Telkomsel Janjikan Layanan Lebih Praktis dan Aman
Dari sisi infrastruktur, Telkomsel mengoperasikan sekitar 271.040 base transceiver station (BTS), dengan 221.290 di antaranya merupakan BTS 4G/LTE. Telkomsel juga telah membangun 975 BTS 5G yang tersebar di sejumlah kota besar.
Berkat ekosistem jaringan luas, Telkomsel masih unggul dalam hal kecepatan internet. Menurut data Ookla (Desember 2024), kecepatan unduh rata-rata Telkomsel mencapai 32,11 Mbps, dengan kecepatan unggah 13,86 Mbps.
Untuk harga layanan, Telkomsel menawarkan paket internet 30 hari mulai dari Rp 70.000 untuk kuota 26 GB, dengan variasi harga lain hingga Rp 150.000 tergantung kebutuhan dan promo yang berlaku.
Indosat
Indosat yang mengelola merek IM3 dan Tri, terus memperkuat posisinya dengan fokus pada segmen gen Z dan milenial, terutama mendorong mereka beralih ke layanan pascabayar. Jumlah pelanggan mereka tumbuh dari 93,7 juta menjadi 94,7 juta per Desember 2024.
Dari sisi infrastruktur, Indosat telah membangun lebih 17.000 BTS 4G baru sepanjang tahun lalu. Secara total, mereka kini mengoperasikan sekitar 196.000 BTS 4G dan 53.000 BTS 2G.
Kecepatan internet Indosat menurut Ookla tercatat sebesar 26,70 Mbps untuk unduh dan 13,73 Mbps untuk unggah. Untuk menjaga kualitas, perusahaan juga mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam layanan hingga mengelola gangguan jaringan.
Sementara itu, paket internet Indosat menawarkan kuota hingga 50–150 GB, dengan harga mulai dari Rp110.000 untuk masa aktif 30 hari.
XLSmart
Sebagai hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren, XLSmart hadir dengan 94,5 juta pelanggan. Manajemen perusahaan memastikan tidak ada gangguan layanan selama masa transisi, baik bagi pengguna XL maupun Smartfren.
Hingga akhir 2024, XL Axiata tercatat memiliki sekitar 165.000 BTS, termasuk 110.000 BTS 4G, atau naik 4% dibanding tahun sebelumnya. Di sisi lain, Smartfren mengoperasikan 46.000 BTS 4G LTE yang tersebar di 288 kota, menjangkau lebih dari 80% populasi Indonesia.
Jika digabungkan, XLSmart memiliki total lebih dari 211.000 BTS, dengan sekitar 156.000 unit merupakan BTS 4G. Dalam 2 tahun ke depan, Kemenkomdigi mewajibkan perusahaan ini menambah setidaknya 8.000 BTS baru untuk mendukung kualitas jaringan.
Dari sisi performa, kecepatan internet XL Axiata berdasarkan data Ookla mencapai 27,66 Mbps (unduh)* dan 15,41 Mbps (unggah). Diharapkan penggabungan dengan Smartfren dapat mendorong peningkatan kualitas jaringan lebih merata.
Baca Juga
Untuk urusan harga, pelanggan XLSmart saat ini masih menikmati paket dari masing-masing layanan operator sebelumnya. Namun, Presiden Direktur dan CEO XLSmart, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa harga internet yang ditawarkan akan tetap terjangkau. “Kami memastikan bahwa (harga) XL Smart itu masih affordable, jadi masih tidak terlalu mahal,” jelasnya pekan lalu.
Secara garis besar, Telkomsel bisa dibilang unggul dalam jumlah pelanggan, cakupan BTS, dan kecepatan internet. Sementara Indosat fokus pada segmen muda dengan pertumbuhan pengguna pascabayar dan pemanfaatan AI.
Di sisi lain, XLSmart kini hadir dengan jumlah BTS gabungan besar dan komitmen menjaga harga tetap terjangkau. Maka demikian, ketiganya menawarkan paket internet dengan harga dan kuota bersaing di pasar. (C-13)

