Harga Minyak menuju Kenaikan Mingguan karena Sanksi AS ke Iran dan Pemangkasan OPEC
CHICAGO, Investortrust.id - Harga minyak mentah dunia memperpanjang kenaikannya pada Kamis (17/4/2025) karena ketatnya prospek pasokan setelah Washington memberlakukan sanksi membatasi perdagangan minyak Iran. Selain itu, beberapa produsen OPEC akan memangkas produksi sebagai kompensasi pemompaan di atas kuota yang disepakati.
Harga minyak mentah berjangka Brent acuan global naik 34 sen atau 0,5% menjadi US$ 66,19 per barel pada pukul 00.29 GMT dan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS pada US$ 62,91 per barel, naik 44 sen atau 0,7%.
Kedua acuan harga minyak ditutup naik 2% pada Rabu (16/4/2025), level tertinggi sejak 3 April dan berada di jalur kenaikan mingguan pertama dalam 3 minggu. Adapun Kamis adalah hari terakhir minggu ini menjelang libur Jumat Agung dan Paskah.
Baca Juga
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan sanksi baru yang menargetkan ekspor minyak Iran pada Rabu, termasuk kilang minyak “teapot” yang berbasis di China. Hal ini demi meningkatkan tekanan terhadap Teheran di tengah pembicaraan program nuklir negara tersebut.
Menambah kekhawatiran pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah menerima rencana terbaru Irak, Kazakhstan, dan negara-negara lain untuk memangkas produksi guna mengompensasi pemompaan di atas kuota.
″(Faktor-faktor ini) tentu saja dapat memengaruhi sentimen,” kata CEO Moomoo, Michael McCarthy dilansir CNBC.
Michael McCarthy mengungkapkan, penarikan besar-besaran stok bensin dan sulingan AS serta kenaikan lebih kecil dari perkiraan persediaan minyak mentah mingguan, juga memperkuat pasar.
Baca Juga
Tak Bosan-bosan, Harga Emas Antam Cetak Rekor Lagi karena Perang Dagang dan Pelemahan Dolar
“Sebagian besar tekanan jual di pasar minyak mentah global terkait ketakutan banjir minyak AS yang segera terjadi, tetapi penurunan penyulingan menunjukkan bahwa hambatan pasokan mungkin muncul,” kata McCarthy.
Sedangkan OPEC, Badan Energi Internasional, dan beberapa bank, termasuk Goldman Sachs dan JP Morgan, memangkas perkiraan harga minyak dan pertumbuhan permintaan minggu ini karena tarif AS membuat perdagangan global menjadi kacau.
Sementara Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memperkirakan perdagangan barang akan melemah sebesar 0,2% tahun ini, turun dari ekspektasinya pada Oktober dengan ekspansi 3,0%.

