Astra Bangun 250 Rumah, Barito Renovasi 1.000 Rumah
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait membeberkan, Astra Group akan membangun 250 unit rumah dan Barito Group milik Prajogo Pangestu akan merenovasi sebanyak 1.000 unit rumah. Sementara itu Kadin Indonesia akan merenovasi 500 unit rumah tak layak huni (RLTH). Semua itu untuk mendukung Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
“Astra (Group) pertengahan tahun ini akan membangun 250 rumah. Kemudian dari Barito (Group), Pak Prajogo, akan renovasi 500 di banten dan 500 di Jakarta. Kemudian dari Adaro (Group), Boy Thohir membangun 500 rumah di Kalimantan Selatan,” ungkap Ara, sapaan akrab Maruarar, saat meninjau hasil renovasi hunian di Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (15/4/2025).
Sementara itu, Pemilik Agung Sedayu Group yakni Sugianto Kusuma (Aguan) akan membangun sebanyak 500 unit rumah tapak di Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Baca Juga
Pemerintah Buatkan 20.000 Rumah Subsidi ke Buruh, 100 Unit Diserahkan 1 Mei 2025
Sebelumnya, Menteri Maruarar Sirait menyatakan, kuota rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 220.000 unit untuk tahun ini sudah hampir habis alias cekak mengingat sudah banyak yang akan atau telah disalurkan pada semester I-2025.
“Kuotanya (rumah subsidi) itu baru pertama kali negara mengatur dari awal seperti sekarang. Petani 20.000 (rumah), nelayan 20.000 (rumah), buruh 20.000 (rumah), guru 20.000 (rumah), tenaga migran 20.000 (rumah), tenaga kesehatan atau nakes, bidan dan tenaga kesehatan masyarakat 30.000 (rumah), wartawan 1.000 (rumah), kemudian TNI Angkatan Darat 4.500 (rumah), ojek (online) dan sebagainya. Itu sudah hampir habis 220.000 (unit) itu,” papar Ara, sapaan akrab Maruarar, di kantornya, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (14/4/2025) malam.
Ihwal itu, Ara mengharapkan dengan adanya dukungan dari kebijakan makroprudensial Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kementerian BUMN, beserta perbankan BUMN dapat mempercepat tambahan kuota perumahan bersubsidi dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan kita bisa meluncurkan, melanjutkan dan memperbesar, memperbanyak program rumah bersubsidi yang sangat diminati dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi,” ucap Ara.
Baca Juga

