Gobel: Indonesia Bisa Ikut Menjadi Negara Maju dari Investasi Jepang
OSAKA, Investortrust.id – Dari hubungan Indonesia dengan Jepang yang telah terbangun lebih dari 60 tahun, idealnya Indonesia bisa ikut menjadi negara yang mumpuni di bidang teknologi lewat investasi yang telah ditanamkan Jepang di Indonesia.
Disampaikan Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang Rachmat Gobel, dengan ketersediaan populasi yang besar, Indonesia bisa mengirimkan para tenaga kerjanya untuk dilatih di Jepang untuk menguasai teknologi yang selama ini menjadi kelebihan dari negara Jepang.
“Jepang, dia punya teknologi. Sekarang dia punya masalah kependudukan, jumlah penduduk yang tidak begitu besar. Bagaimana kita bisa memanfaatkan ini? Kita bisa mengirim tenaga-tenaga kerja kita untuk berlatih bekerja,”kata Gobel di sela ajang Osaka Expo 2025 di Osaka, Jepang, Selasa (15/4/2025).
Nantinya, dari para tenaga kerja yang telah terlatih tadi, akan menjadi semacam jaminan kepastian ketersediaan sumber daya manusia yang bisa mendukung investasi mereka di Tanah Air.
“(Tenaga kerja yang terlatih, red) ini menjadi salah satu jaminan atau menjadi satu kepastian buat investor Jepang, bahwa kesiapan tenaga kerjanya sudah tersedia,” kata Gobel.
Baca Juga
Langkah mengirim tenaga kerja ke Jepang untuk dilatih menjadi tenaga kerja terampil, menurut Gobel telah dilakukan China, dan juga Vietnam. “Sehingga ketika mereka sudah membuka negaranya pada waktunya sejarah WTO, itu mereka sudah siap dengan tenaga kerjanya dan siap untuk mengambil teknologinya,” tuturnya.
Dalam kesempatan serupa, Gobel juga menyampaikan agar Indonesia optimal memanfaatkan World Expo di Osaka, Jepang. “Ini kesempatan untuk mempromosikan filosofi dan budaya Indonesia serta menunjukkan keunggulan dari tiap daerah. Apalagi ini pemerintahan baru, ini kesempatan terbaik,” katanya.
Pameran Osaka Expo 2025 menempati areal seluas 155 hektare. Pameran diikuti 160 negara. Namun tak semua negara membuat paviliun tersendiri dan memilih menempati ruang bersama dengan negara-negara lain. Tahun ini ada 84 paviliun. Panitia memperkirakan akan ada 28 juta pengunjung di pameran yang akan berlangsung hingga Oktober 2025 tersebut. Tema pameran adalah Designing, Future Society for Our Lives, yaitu tentang keberlanjutan dan ramah lingkungan. Pada 26 Mei 2025 akan ada Indonesia’s Day, yaitu Indonesia diberi kesempatan untuk secara besar-besaran mempertunjukkan tentang Indonesia.
Paviliun Indonesia berbentuk perahu pinisi dan mengambil tema Thriving in Harmony, yang menampilkan Nature, Culture, dan Future.
Saat memasuki lobi, pengunjung akan melihat berbagai topeng kayu yang dipajang di dinding. Setelah itu akan memasuki ruangan yang didesain seperti di hutan dengan tanaman asli Indonesia serta seni instalasi binatang langka di Indonesia karya seniman top Indonesia seperti Nyoman Nuarta, Nasirun, dan lalin-lain. Lalu pengunjung akan memasuki ruang immersive yang menampilkan lanskap kekayaan alam dan budaya Indonesia. Kemudian pengunjung akan memasuki koridor yang menampilkan foto wajah-wajah Indonesia dengan asesoris khas, salah satunya foto Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya memasuki ruang Wastra, yang menampilkan kain tradisional Indonesia. Sedangkan tema masa depan Indonesia menampilkan denah lanskap Ibu Kota Nusantara. Akhirnya, ada ruang teater yang menampilkan sebuah film pendek karya Garin Nugroho. Selain itu juga dikenalkan aneka kuliner Indonesia. Selama enam bulan pameran ini, secara bergiliran Paviliun Indonesia akan memberi kesempatan kepada pemerintah daerah di Indonesia untuk menampilkan seni, budaya, dan produk unggulannya. Selain itu juga ada forum bisnis yang menjadi forum perdagangan dan investasi. Berbeda dengan pameran sebelumnya yang dipimpin kementerian perdagangan, maka kali ini yang memimpin adalah Bappenas.
Baca Juga
Rachmat Gobel: Indonesia Harus Belajar dari AS untuk Bangun Industri Sendiri
Sebagai ketua PPIJ, Rachmat Gobel mengajak pimpinan media massa di Indonesia untuk berkunjung ke pameran ini. Selain mengunjungi Paviliun Indonesia, ia juga mengajak melihat Paviliun Panasonic dan Paviliun Sumitomo. Paviliun Panasonic yang mewah sepenuhnya menggunakan bahan daur ulang barang-barang elektronik. Hal ini untuk menunjukkan bahwa produk daur ulang juga memiliki kualitas yang prima. Sedangkan yang dipamerkan adalah tentang visi teknologi masa depan yang makin akrab dengan kehidupan sehari-hari, menyatu dengan spirit manusia, dan memiliki kemampuan interaktif berkat teknologi artificial intelligent (AI).

