Rachmat Gobel Sebut Indonesia Perlu Pererat Kerja sama Investasi dengan Jepang
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi VI DPR Rachmat Gobel menyebut perlunya Indonesia mempererat kerja sama investasi dengan Jepang. Meski nilai investasi dari Jepang tak besar, nilai investasi mereka stabil dan naik.
“Karena Jepang ini, bagaimanapun tidak gembar-gembor investasinya, tapi stabil, investasinya naik secara bertahap,” kata Rachmat, di acara diskusi terbatas bertema "Prospek, Masalah, dan Solusi Ekonomi 2025"di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, investasi Jepang sejak 2020-2023 memang stabil dan cenderung naik. Pada 2020 misalnya, investasi Jepang ke Indonesia sebesar US$ 2,6 miliar atau 9,1% dari total investasi kala itu. Meski angka tersebut sempat turun menjadi US$ 2,3 miliar pada 2021, angka investasi Jepang kembali melonjak pada 2022 yang tercatat sebesar US$ 3,5 miliar. Setahun setelahnya, 2023, angka investasi Jepang ke Indonesia tembus US$ 4,6 miliar.
Rachmat mengatakan negara ini memang kerap euforia terhadap nilai investasi yang besar. Meski demikian, nilai investasi besar itu kerap tidak diimbangi dengan dampak terhadap lapangan kerja, pajak, dan ekspor yang didapat.
Baca Juga
Investasi Jepang di Indonesia 4 Besar, Menperin: Kami Ingin Mereka Lebih Agresif Lagi
“Kalau Jepang, sudah memberikan hasil ekspornya, pajaknya berapa, berapa lapangan kerja yang dibuka, dan dampak ekonominya, ini yang tidak pernah diangkat,” ujar dia.
Rachmat mengatakan pemerintah perlu membandingkan kerja sama investasi antara China dengan Jepang di sektor transportasi. Investasi di Whoosh misalnya menyisakan berbagai catatan dan meski pada awal pembangunan memiliki harga yang lebih murah.
“Misalnya, operatornya masih orang China dan ongkos (pembangunannya) mahal,” kata dia.
Sementara itu, pembangunan MRT begitu selesai langsung diserahterimakan ke pemerintah. Bahkan, kelas masinis MRT pun sudah dialihtangankan ke pekerja Indonesia.
Untuk itu, Rachmat menyarankan adanya pendekatan orang antar orang, atau people to people, dengan pengusaha Jepang. Dia menyebut beberapa cerita sukses investasi dapat menjadi pintu masuk investasi ke Indonesia.

