Harga Minyak Naik 1% Setelah Aksi Jual Hebat Akibat Tarif AS
TOKYO, Investortrust.id - Harga minyak global pulih atau naik lebih 1% pada Selasa (8/4/2025) setelah aksi jual besar-besaran dalam beberapa hari terakhir yang dipicu kekhawatiran bahwa tarif AS dapat menekan permintaan energi dan menyebabkan resesi global.
Dilansir Reuters, harga minyak mentah Brent naik 81 sen atau 1,26% menjadi US$ 65,02 per barel, sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) acuan AS naik 92 sen atau 1,52% menjadi US$ 61,61 pada pukul 00.51 GMT.
Baca Juga
Harga Minyak Terendah dalam 4 Tahun karena Perang Dagang dan Sentimen Arab Saudi
Harga minyak pada Senin (7/4/2025) anjlok 2%, mendekati level terendah dalam 4 tahun karena kekhawatiran tarif perdagangan terbaru Presiden AS Donald Trump dapat memicu ekonomi global ke jurang resesi dan mengurangi permintaan energi.
Trump menegaskan bahwa tarif - minimal 10% untuk semua impor AS, dengan target tarif hingga 50% - akan mendongkrak basis industri AS yang telah menurun karena liberalisasi perdagangan selama beberapa dekade.
Sementara banyak negara berupaya mendapatkan pengecualian atau setidaknya pengurangan tarif. China, ekonomi terbesar kedua di dunia setelah AS, telah mengumumkan rencana tarif timbal balik. Trump berjanji akan mengenakan tarif lebih tinggi pada China jika Beijing tidak menarik tindakan balasannya.
Baca Juga
Kesal dengan Putin, Trump Ancam Negara yang Beli Minyak dari Rusia
"Jika Tiongkok tetap pada pendiriannya, total tarif impornya ke AS akan naik hingga 104%, sebuah langkah yang memicu memburuknya risiko penurunan di pasar saham global dan menekan ekonomi global," kata analis pasar di IG Pada Senin.
Jajak pendapat pendahuluan Reuters menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah dan sulingan AS diperkirakan meningkat minggu lalu rata-rata sekitar 1,6 juta barel, tanda permintaan akan melemah.

