Kesal dengan Putin, Trump Ancam Negara yang Beli Minyak dari Rusia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif sekunder sebesar 25%-50% kepada negara-negara yang membeli minyak dari Rusia. Ancaman ini muncul dilatarbelakangi kekesalan Trump terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.
Berdasarkan laporan Reuters, Putin minggu lalu mengkritik kredibilitas kepemimpinan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Trump menilai, saat ini pemerintah Putin tengah menghalang-halangi upaya untuk mengakhiri perang di Ukraina
Baca Juga
Harga Minyak Stabil Setelah Rusia dan Ukraina Sepakati Gencatan Senjata di Laut Hitam
“Jika Rusia dan saya tidak dapat membuat kesepakatan untuk menghentikan pertumpahan darah di Ukraina, dan jika saya pikir itu adalah kesalahan Rusia, saya akan mengenakan tarif sekunder pada minyak, pada semua minyak yang keluar dari Rusia,” kata Trump, dikutip dari Reuters, Minggu (6/4/2025).
Sebagai informasi, sejak menjabat sebagai presiden AS pada 20 Januari 2025, Trump mengambil sikap lebih lunak terhadap Rusia yang membuat sekutu Barat waspada saat mencoba menjadi penengah untuk mengakhiri perang 3 tahun Moskow di Ukraina.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok ke Wilayah Negatif Setelah Pengumuman Tarif Trump
Komentar tajamnya tentang Putin dinilai mencerminkan rasa frustrasi Trump yang semakin besar tentang kurangnya kemajuan dalam gencatan senjata. Maka dari itu, dia tak ragu mengambil langkah besar.
“Itu berarti, jika Anda membeli minyak dari Rusia, Anda tidak dapat berbisnis di Amerika Serikat, akan ada tarif 25% untuk semua minyak, tarif 25%-50% untuk semua minyak,” tegas dia.
Meski kecewa dengan sikap Putin, Trump menyampaikan, saat ini upaya perdamaian antara Rusia dengan Ukraina sudah maju. "Saya pikir kita membuat kemajuan, selangkah demi selangkah. Saya dapat memberlakukan langkah-langkah perdagangan baru dalam waktu 1 bulan,” ujar Trump.

