80 Bus Listrik Baru VKTR Bakal Mengaspal di Jakarta Tahun Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik Grup Bakrie, akan menambah bus listrik Transjakarta sebanyak 80 unit pada 2025. Adapun, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan akan mengoperasikan 200 unit bus listrik hingga akhir tahun ini.
“Tahun ini kita akan rakit lagi dan suplai untuk kepentingan Transjakarta sekitar 80 unit. Jadi kita akan terus konsisten memanfaatkan fasilitas (Pabrik Magelang) ini untuk merakit, kemudian meng-karoseri secara lokal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%,” kata Direktur VKTR Achmad Amri Aswono Putro saat media gathering di The Acre, Jakarta, Senin (24/3/2025) malam.
Baca Juga
Kembangkan Infrastruktur Bus Listrik, Perum DAMRI Kini Punya 35 'Charging Station'
Sementara itu, Director and Deputy CEO Valentinus Bimo Kurniatmoko menambahkan, pihaknya siap untuk meluncurkan 80 bus listrik untuk menggantikan bus-bus Transjakarta yang masa pakainya telah jatuh tempo.
“Transjakarta mengizinkan, seandainya dalam satu periode bisa jadi Juli 2025 bisa langsung di-deliver juga tidak ada masalah. Karena prinsipnya Transjakarta, semakin cepat bisa beroperasi semakin baik. Kami beserta Transjakarta setiap 2 minggu, kita mengadakan pertemuan rutin untuk memastikan proses delivery ini berjalan lancar,” jelas Bimo.
Secara terpisah, Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menargetkan, 200 unit bus listrik akan mengaspal di Jakarta pada 2025. “Tahun ini kita ditargetkan menambah 200 bus listrik lagi. Itu sudah kontrak, tinggal nanti operasionalnya di Juli (2025) sebagian akan operasi. September juga akan operasi, November akan operasi. Jadi, ada tiga batch nanti pengoperasiannya,” ungkapnya saat media gathering di Jakarta, Selasa (18/3/2025) lalu.
Baca Juga
Serahkan 20 Bus Listrik ke Transjakarta, VKTR Targetkan Kenaikan Utilisasi Pabrik Mobil Listrik
Dia membuka opsi terkait rencana rute operasi Transjabodetabek dengan adanya penambahan armada tersebut. “(Bakal dioperasikan di Transjabodetabek juga?) Ya, bisa jadi itu untuk menambah kapasitas. Nanti tinggal kita atur kebutuhannya sesuai dengan masing-masing rute,” tutur Welfizon.

