Kementerian PU Bakal Presentasi Desain Legislatif-Yudikatif IKN ke Prabowo Usai Lebaran
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti mengatakan, pihaknya akan mempresentasikan kajian desain kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Presiden Prabowo Subianto setelah periode Lebaran 2025/1446 hijriah.
“Kemarin Presiden (Prabowo Subianto) juga sudah sampaikan bahwa, ‘Nanti saya pengen dilaporin dulu untuk perencanaan yang sudah diperbaiki’. Beliau menyampaikan, mungkin dalam waktu dekat nanti kita harus paparan (reviu desain legislatif-yudikatif) setelah Lebaran,” kata Diana di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Sabtu (22/3/2025).
Sebagai informasi, Wamen Diana telah menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan ada ‘museum demokrasi’ dalam desain kawasan legislatif-yudikatif di IKN.
“Beliau pengen di lobi nanti ada semacam museum atau galeri yang bisa menunjukkan demokrasi itu seperti apa,” kata Diana dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2025) lalu.
Baca Juga
Presiden Prabowo Minta 'Museum Demokrasi' Disisipkan di Desain Legislatif-Yudikatif IKN
Adapun desain lain yang tengah digodok adalah atap gedung paripurna hingga desain interior bangunan. Menurut Diana, Presiden Prabowo tertarik dengan desain interior bangunan yang sempat dikunjunginya di India beberapa waktu lalu.
“Modelnya itu ada beberapa alternatif, kan belum dipilih presiden. Kita menyajikan bentuk alternatif yang menunjukkan bangsa Indonesia yang kokoh, elegan, dan modern,” ungkap dia.
Setelah desain disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, lanjut Diana, Otorita IKN akan melangsungkan pelelangan proyek kawasan legislatif dan yudikatif tersebut. “Tentunya, ini akan ditindaklanjuti oleh OIKN yang akan melakukan lelang untuk pelaksanaan di tahun 2025 dan seterusnya,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri PU, Dody Hanggodo mengungkapkan, desain ulang kompleks legislatif dan yudikatif IKN akan dipresentasikan ke Presiden Prabowo Subianto setelah retret kepala daerah di Magelang, Jawa Tengah.
Mulanya, dia menyampaikan, ada satu negara lagi yang akan menjadi desain dasar kompleks legislatif dan yudikatif selain dari India, Turki, dan Mesir, yakni negara kepulauan di Asia Selatan, Sri Lanka.
“Bu Wamen (Diana Kusumastuti) menyampaikan tidak hanya studi banding kepada tiga negara: Mesir, Turki dan India, beliau juga melihat ke desain yang ada di Sri Lanka. Kemudian dipaparkan hasil-hasil kerja di dua minggu ini seperti apa,” kata Dody beberapa waktu lalu.

