Kementerian PU Pastikan Desain Tol Bawah Laut IKN Rampung Semester II
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Rachman Arief Dienaputra tengah berupaya merampungkan detail engineering design (DED) tol bawah laut atau immersed tunnel di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama perusahaan Korea Selatan, Daewoo Engineering & Construction pada semester II-2025.
“Kalau immersed tunnel (tol bawah laut) masih dievaluasi, karena kan rencananya dari Korea Selatan. Kita kejar dahulu jalan-jalan tol yang ada (masih dibangun di IKN). (Desain bisa selesai di semester II tahun ini?) Kita coba,” kata Rachman di auditorium PU, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).
Baca Juga
Hotman Paris Mau Bangun Holywings di IKN, Otorita: Masih Wacana
Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menargetkan DED tol bawah laut akan selesai pada 2025. “Sekarang kan baru selesai FS (feasibility study)-nya. Nanti baru desainnya. Mungkin tahun depan baru desainnya (selesai),” jelas Basuki saat ditemui di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Selasa (31/12/2024) lalu.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) periode 2014-2024 tengah menggenjot proses studi kelayakan dan DED pembangunan immersed tunnel atau tol bawah laut IKN.
Eks Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga mengharapkan, proses FS dan DED Jalan Tol Seksi 4A Simpang Tempadung-Outer Ring Road IKN yang merupakan tol bawah laut IKN tersebut akan mulai digarap pada 2025 mendatang.
“Untuk yang (seksi) 4A itu belum, yang ke arah immersed tunnel. Pokoknya kita siapkan dahulu FS sama engineering design-nya dahulu. Sedang disiapkan oleh teman-teman (Ditjen) Bina Marga. (Kapan mulai dibangun?) 2025 harapannya,” kata Danis saat ditemui di kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (27/9/2024) lalu.
Baca Juga
Sekadar informasi, PT Hutama Karya (Persero) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan asal Korea Selatan (Korsel), Daewoo Engineering & Construction. Kesepakatan ini berupa studi kelayakan untuk membangun immersed tunnel di IKN, Kalimantan Timur.
Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto mengatakan, pihaknya menggandeng Daewoo karena keberhasilannya dalam membangun immersed tunnel di dunia. Harapannya Daewoo bisa memberikan transfer teknologi untuk membangun immersed tunnel di IKN.
“Karena kami di Indonesia terus terang belum pernah mengerjakan hal tersebut, maka kami merasa, secara mitigasi, kalkulasi risiko memerlukan partner itu untuk belajar,” kata Agung beberapa waktu lalu.

