'Rest Area' Tol Cimanggis-Cibitung Hadir pada 2026, Jasa Marga Tertarik Kelola?
BEKASI, investortrust.id – PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) tengah melelang proyek rest area tipe A di KM 63 seluas 12 hektare (ha) di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung dengan nilai investasi sebesar Rp 170 miliar. Diketahui, salah satu yang tertarik dalam pengelolaannya adalah Jasa Marga Group.
Direktur Bisnis Fasilitas Jalan Tol PT Jasa Marga Related Business (JMRB) Bimo Esmunantyo mengatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dan tengah mempertimbangkan terkait pengelolaan rest area tersebut.
“Kami masih pelajari dahulu terkait skema usaha yang ditawarkan pihak CCT-nya. Sampai sekarang, tim teknis kami juga sudah intens berkoordinasi. Kita masih tunggu kira-kira persyaratannya apa saja, termasuk skema usaha yang ditawarkan,” ungkap dia di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu (19/3/2025).
Baca Juga
CCT Bangun Rest Area di KM 63 Senilai Rp 170 M, Groundbreaking Juli 2025
Adapun pertimbangan-pertimbangan yang tengah dihitung oleh JMRB adalah volume lalu lintas (VLL) dan lalu lintas harian normal (LHR) hingga aspek teknis biaya pembangunan rest area KM 63.
“Jadi, kami coba kumpulkan data-data dahulu. Dari sisi trafik, kemudian sisi kelayakan. Kemudian sisi aspek teknis yang nanti akan masuk ke dalam komponen biaya pembangunan,” jelas Bimo.
Diberitakan sebelumnya, PT Cimanggis Cibitung Tollways akan membangun tempat istirahat dan pelayanan (TIP)/rest area tipe A di KM 63 seluas 12 hektare di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.
Direktur Utama PT CCT Indar Barung mengatakan, pihaknya tengah melelang proyek rest area KM 63 kepada para investor sejak Januari 2025 dan ditargetkan groundbreaking Juli 2025.
“Statusnya (rest area KM 63) sekarang dalam konteks pelelangan. Jadi, kita punya waktu sampai 9 Juli (2025), itu kita sudah harus bangun, insyaallah on track. Nah, pembangunannya mungkin 9 bulan sampai 1 tahun,” kata Indar di kantor PT CCT, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (5/3/2025) lalu.
Direktur Keuangan PT CCT Yefri Rahardja menambahkan, estimasi investasi pembangunan rest area KM 63 mencapai Rp 170 miliar. “Jadi, capex itu ada dua, infrastruktur dan bangunan komersialnya. Untuk total (biaya) infrastruktur sekitar Rp 109 miliar, ditambah bangunan komersial Rp 60 miliar. Jadi, total kurang lebih Rp 170 miliar,” jelas dia.
Baca Juga
Hati-Hati, Ada Oknum Petugas SPBU Nakal di Rest Area Jalan Tol, Ini Buktinya!
Dikatakan Yefri, beberapa investor yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Rest Area Indonesia (Aprestindo) sudah mulai melirik pelelangan TIP tipe A tersebut.
“Di market sounding itu yang hadir Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas), CMNP (PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk), Astra Infra, sama Jasa Marga (PT Jasamarga Related Business/JMRB),” ungkap dia.
Sebagai informasi, rest area ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya tempat parkir, tempat makan, toilet, masjid, stasiun pengisian daya kendaraan listrik (SPKLU), serta fasilitas penunjang lainnya.

