Survei: Akses Tiket KA dan Kebersihan Toilet di 'Rest Area' pada Mudik 2026 Jadi Sorotan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Survei KedaiKOPI merilis survei laporan riset tahunan bertajuk "Evaluasi Mudik Lebaran 2026". Head of Research KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengungkapkan terjadi penurunan signifikan pada aspek ketersediaan tiket transportasi umum dan fasilitas penunjang di jalur mudik.
"Penurunan tertinggi ada pada ketersediaan kuota tiket kereta api. Tahun 2025 kepuasannya di angka 84,8%, tetapi tahun ini merosot menjadi 76,1%," kata Ashma, Senin (6/4/2026).
Baca Juga
Menurut Ashma, penurunan sebesar 8,7% ini mengindikasikan bahwa masyarakat semakin kesulitan dalam mengakses tiket kereta api meskipun minat menggunakan transportasi umum di wilayah urban tetap tinggi. Selain persoalan tiket, responden juga menyoroti kebersihan toilet rest area.
"Aspek paling rendah di rest area itu kebersihan toilet. Ini kemungkinan karena lonjakan pengguna yang sangat besar sehingga pengelola kesulitan menjaga konsistensi kebersihan," ujarnya.
Sebelumnya dalam survei KedaiKOPI terbaru menunjukan bahwa mayoritas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menyatakan cukup puas terhadap layanan dan manajemen mudik yang dijalankan oleh pemerintah. Ashma mengungkapkan bahwa berdasarkan skala kepuasan 1 hingga 10, manajemen mudik tahun ini mendapatkan nilai rata-rata sebesar 7,18 atau cukup puas.
"Kalau kita kategorikan, berapa banyak responden yang merasa puas, maka sekitar 88,80% responden yang bermudik itu puas terhadap manajemen mudik Lebaran 2026," ujarnya.
Meski tingkat kepuasan secara keseluruhan tergolong tinggi, survei mencatat adanya penurunan persentase kepuasan dibandingkan 2025. Pada sektor infrastruktur, penerangan jalan tol juga mengalami kenaikan kepuasan yang tajam dari 77,2% pada tahun lalu menjadi 92,2%.
Baca Juga
Mudik Lebaran 2026 Dorong Konsumsi dan Tingkatkan Perputaran Uang di Daerah
Kemudian 80% responden menyatakan puas dengan rekayasa lalu lintas puas melalui kebijakan one way dan contraflow. Sebanyak 91,5% responden juga setuju dan mengapresiasi kebijakan pemisahan akses pelabuhan berdasarkan jenis kendaraan untuk mengurai kemacetan.
Survei dilakukan pada periode 23 hingga 30 Maret 2026 dengan melibatkan 1.101 responden yang memenuhi kriteria sebagai pemudik. Mayoritas responden berasal dari Pulau Jawa (60%), dengan Jawa Barat sebagai domisili asal terbesar (22,3%).

