Demi Efisiensi Bisnis dan Peningkatan Layanan, Indosat (ISAT) Manfaatkan AI
JAKARTA, investortrust.id - Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) gencar mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan, AI diakui memainkan peran penting dalam efisiensi operasional perusahaan.
Hal itu disampaikan langsung oleh President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha dalam pelepasan Ekspedisi Jaringan Andal. Ia menegaskan bahwa pendekatan AI yang diterapkan perusahaan kini sudah bersifat hampir menyeluruh.
“Kami memiliki pendekatan yang sangat holistik terhadap AI. Sejak Agustus tahun lalu, kami mulai mengimplementasikan AI dalam sistem operasional berbasis platform. Hasilnya, kami dapat melakukan lebih banyak hal dengan lebih sedikit sumber daya, namun dengan tingkat presisi yang lebih tinggi,” ujar Vikram di kantor Indosat, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Menurutnya, AI telah membantu Indosat dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi tingkat churn pelanggan. “Dulu kami bersifat reaktif, sekarang kami menjadi proaktif. AI memungkinkan kami menganalisis data pelanggan secara lebih akurat, sehingga kami bisa mengantisipasi kebutuhan mereka sebelum terjadi masalah,” jelasnya.
Vikram memberikan contoh bagaimana AI membantu Indosat memahami pola pergerakan pelanggan saat mudik. Dengan menganalisis data historis, sistem AI dapat memprediksi lonjakan trafik di daerah tertentu dan menyesuaikan kapasitas jaringan secara otomatis.
“Sekarang kami tahu, jika tahun lalu pelanggan banyak menuju Bantul, kemungkinan besar pola yang sama akan terjadi tahun ini. Dengan begitu, kami bisa memastikan kapasitas jaringan cukup untuk mendukung kebutuhan pelanggan,” jelasnya.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Sabet Asian Telecom Awards 2025 Berkat Inovasi AI di SDM
Dalam operasionalnya, Indosat juga mengandalkan Lintasarta sebagai pusat pengolahan data berbasis AI. “Lintasarta adalah pabrik AI kami. Mereka mengolah semua data pelanggan Indosat untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang perilaku pengguna, sehingga kami dapat memberikan layanan yang lebih personal dan optimal,” ujar Vikram.
Keunggulan AI disebutnya, semakin terasa dalam pemulihan jaringan yang lebih cepat. Teknologi ini dapat mendeteksi dan mengatasi gangguan secara otomatis sebelum pelanggan merasakan dampaknya.
“AI mempercepat proses analisis dan respons terhadap gangguan jaringan. Ini berarti pelanggan dapat menikmati konektivitas yang lebih stabil tanpa harus menunggu lama,” tutupnya. (C-13)

