Meski Lebih Mahal, HGBT Diharapkan Bantu Stimulus Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan keberlanjutan program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) alias gas murah untuk industri. Namun, dalam skema baru HGBT ini terjadi perubahan harga dibanding sebelumnya.
Pada program HGBT sebelumnya, industri hanya perlu membayar US$ 6 per MMBTU (million british thermal unit). Namun, dalam Keputusan Menteri ESDM No. 76.K/MG.01/MEM.M/2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 91.K/MG.01/MEM.M/2023 tentang Pengguna Gas Bumi Tertentu terjadi penyesuaian harga.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, HGBT dibedakan berdasarkan pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar sebesar US$ 7 per MMBTU dan untuk bahan baku sebesar US$ 6,5 per MMBTU,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Baca Juga
Skema Baru HGBT Resmi Jalan, Industri Bisa Pakai Gas Murah Lagi
Meski terjadi perubahan harga dari sebelumnya, program HGBT ini diharapkan dapat bisa membantu menjadi stimulus ekonomi. Pada sektor kelistrikan misalnya, kebijakan HGBT bertujuan untuk memastikan pasokan energi dengan harga yang lebih kompetitif.
“Ketentuan harga baru ini akan meningkatkan efisiensi biaya produksi industri dalam negeri serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Bahlil.
Diketahui, implementasi kebijakan HGBT telah membantu mengurangi beban subsidi dan kompensasi listrik yang ditanggung Pemerintah. Dari 2020 hingga 2024, penghematan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik mencapai triliunan rupiah, dengan puncaknya pada 2022 sebesar Rp 16,06 triliun.
Selain itu, subsidi listrik juga berhasil ditekan, dengan penghematan terbesar sebesar Rp 4,10 triliun di tahun yang sama. Kompensasi listrik juga mengalami penurunan signifikan, mencapai penghematan tertinggi Rp 13,09 triliun.
Secara keseluruhan, kebijakan ini tidak hanya meringankan anggaran negara, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional PLN. Bahkan, di PT PLN Batam, dampak penghematan HGBT pada 2023 tercatat mencapai Rp 844,95 miliar.
Baca Juga
Pemerintah 'Ogah' Kasih Gas Murah (HGBT) ke Perusahaan Orientasi Ekspor Ini
Adapun manfaat bagi sektor industri telah memberikan total manfaat ekonomi mencapai Rp 247,26 triliun pada 2020–2023. Dampak paling signifikan terlihat pada peningkatan ekspor sebesar Rp 127,84 triliun dan kenaikan penerimaan pajak Rp 23,30 triliun. Investasi juga tumbuh pesat mencapai Rp 91,17 triliun, mencerminkan kepercayaan investor yang semakin kuat.
Selain itu, kebijakan ini membantu efisiensi anggaran dengan mengurangi subsidi pupuk hingga Rp 4,94 triliun. Secara keseluruhan, HGBT telah memperkuat industri nasional, meningkatkan ekspor dan investasi, serta mengoptimalkan penerimaan negara.
Skema baru HGBT ini tetap menyasar tujuh sub sektor industri dengan total 253 pelanggan. Ketujuh sub sektor industri tersebut meliputi pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet.
