Bank Dunia Siapkan Pinjaman Rp 3 Triliun untuk Dukung Program 3 Juta Rumah Prabowo
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP), Fahri Hamzah mengungkapkan, Bank Dunia telah menyiapkan pinjaman senilai Rp 3 triliun untuk mendukung program tiga juta rumah Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi, angka yang disebut-sebut kemarin itu terkait renovasi kawasan kumuh dan sebagainya, (pinjamannya) sekitar Rp 3 triliun dana awal yang dia (Bank Dunia) sebut karena, mereka menargetkan beberapa kawasan, terutama urban development. Penataan perkotaan mereka tertarik sekali,” ungkap Fahri saat ditemui di Hotel Belleza, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
Kementerian PKP-Bank Dunia Jajaki Kerja Sama Dorong Program 3 Juta Rumah
Dia turut menjelaskan, ada tiga skema penataan kota yang dimiliki Bank Dunia untuk sektor perumahan di Tanah Air. Ketiga skema itu, yakni pembentukan kota baru, modernisasi kota lama, dan kota transisi.
"Karena, kita ini ada 75.000 desa kan, kemudian ada sekitar 8.200 kelurahan yang berada di kota administrasi di 98 kota seluruh Indonesia. Tetapi 8.200 kelurahan itu ada banyak juga di pesisir dan sebagian desa yang bertransisi dengan kota itu juga bisa ditransisikan menjadi kota transisi. Sehingga waktu terjadi urbanisasi itu industrinya muncul di tengah,” terang Fahri.
Sebelumnya, Kementerian PKP bersama Bank Dunia telah melakukan penjajakan mengenai dukungan teknis dalam pelaksanaan program 3 juta rumah. Pada kesempatan itu, Fahri Hamzah menyatakan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi perhatian Kementerian PKP dalam program 3 juta rumah, yakni masalah penyediaan tanah, kemudahan perizinan, dan konstruksi bangunan.
“Kementerian PKP juga siap bersinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Bank Dunia guna mewujudkan semangat gotong royong membangun rumah rakyat,” kata Fahri beberapa waktu lalu.
Dikatakan Fahri, Indonesia harus bisa mencontoh dan belajar dari negara tetangga dalam program perumahan.
“Misalnya Singapura yang mampu menjaga dan mengelola aset dasar perumahan yakni tanah, Jepang dan China dengan teknologi perumahannya yang cepat, dan Qatar juga telah siap membantu Indonesia,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama, Program Leader of Infrastructure World Bank Claudia Inez Vasquez menyampaikan, Bank Dunia telah menyusun sejumlah proposal serta menyampaikan implementasi dukungan kepada Kementerian PKP sehingga diharapkan lebih banyak masyarakat yang akan mendapatkan bantuan perumahan.
Baca Juga
Menteri Ara Sebut Peta Jalan Program 3 Juta Rumah Sudah Siap Dipresentasikan ke DPR
Berdasarkan perhitungan Bank Dunia, pembangunan 3 juta rumah membutuhkan biaya setidaknya Rp 39 triliun untuk dilaksanakan pada 2025 dengan kuota rumah subsidi sekitar 86,5% atau 2.595.000 unit yang tersedia.
“Perumahan merupakan salah satu masalah kompleks yang sering dihadapi oleh suatu negara sehingga dibutuhkan komitmen pemerintah dalam menjalankan Program Perumahan,” tutur Claudia.
Claudia juga mengatakan, Bank Dunia menilai program 3 juta rumah merupakan sebuah terobosan yang baik dalam penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah.

