OIKN Bidik Investasi Pembangunan Jalan dan MUT Rp 70 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menargetkan, nilai investasi untuk membangun jalan serta multi-utility tunnel (MUT) di ibu kota baru lebih Rp 70 triliun dengan target investor dalam negeri maupun asing.
“Ini untuk pembangunan jalan dan MUT, ada dari konsorsium China dan IJM, ada dari BUMN. Ini semua lebih Rp 70 triliun untuk melengkapi program yang kami bangun dengan APBN. Perintahnya bapak Presiden, 2028 saya harus menyiapkan semua ekosistem eksekutif, yudikatif, dan legislatif lengkap dengan pendukungnya,” jelas Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di auditorium PU, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).
Baca Juga
Otorita Bidik Investasi Sektor Hunian di IKN Capai Rp 83 Triliun
Adapun investor yang terlibat dalam skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) jalan dan MUT di IKN, yakni PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Sumber Mitra Jaya (SMJ) dari Kalimantan Timur.
Selanjutnya, konsorsium IJM Corporation Berhad (IJM)-China Harbour Engineering Company Ltd (CHEC), China Railway Engineering Corporation Ltd (CREC), dan China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).
Sementara itu, OIKN juga menyiapkan sektor hunian di wilayah ibu kota baru sebanyak 97 tower rumah susun (rusun) dan 129 rumah tapak dengan target investasi Rp 83 triliun.
“Kepala OIKN menetapkan target kepada kami bahwa hunian-hunian ini dibangun dengan skema KPBU untuk 97 tower rumah susun dan 129 rumah tapak yang akan ditawarkan pada hari ini,” ungkap Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono.
Baca Juga
5 Pelaku Usaha Suntik Investasi Rp 1,25 Triliun di IKN, Buat Apa Saja?
Dia menambahkan, OIKN menawarkan proyek-proyek tersebut dengan skema KPBU unsolicited (diinisiasi swasta) yang dilakukan pada dua tahap, yakni tahap pertama dengan target investasi Rp 8 triliun dan tahap kedua sebesar Rp 23 triliun.
“Tahap pertama, kami menawarkan dua proyek rumah susun dan satu proyek rumah tapak dengan total investasi Rp 8 triliun Ini kami targetkan akan masuk transaksi selambat-lambatnya pada kuartal II 2025. Kemudian, tahap kedua nanti ada dua proyek rumah susun dan satu proyek rumah susun dan tapak (mixed-use) dengan total investasi Rp 23 triliun yang targetnya transaksinya dimulai pada pertengahan tahun (2025),” terang Agung.

