OIKN Sebut Pembangunan Ibu Kota Politik Berpotensi Serap Dana AIIB Rp 16,41 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebut, pembangunan ibu kota politik berpotensi mendapatkan pinjaman dari Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) sebesar US$ 1 miliar atau Rp 16,41 triliun (asumsi kurs Rp16. 406 per dolar AS).
''AIIB melihat IKN sebagai proyek strategis dengan potensi besar, dan terdapat potensi pendanaan dari AIIB untuk IKN hingga US$ 1 miliar,'' kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/3/2025).
Baca Juga
Serahkan Sertifikat Tanah ke Investor, OIKN Pastikan Pembangunan Ibu Kota Politik Berlanjut
Dalam pertemuannya dengan Presiden AIIB Jin Liqun, Basuki memaparkan potensi proyek-proyek strategis di IKN serta skema pendanaan yang diterapkan.
Dikatakan Kepala OIKN, fokus utama paparan tersebut adalah pengembangan IKN sebagai ibu kota politik yang mencakup pembangunan gedung-gedung parlemen dan ekosistem pendukungnya. Hal ini sejalan dengan prioritas memindahkan pusat pemerintahan ke IKN.
"Kami memaparkan berbagai proyek strategis yang akan dikembangkan di IKN, dengan fokus pembangunan infrastruktur inti yang mendukung target IKN sebagai Ibu kota politik negara pada 2028. Selain itu, kami juga menjelaskan skema pendanaan yang akan digunakan, mencakup kombinasi APBN, investasi swasta, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), dan creative financing," ujar Basuki.
Baca Juga
OIKN Bidik Investasi Pembangunan Jalan dan MUT Rp 70 Triliun
Adapun OIKN saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) untuk memastikan semua proyek yang relevan dimasukkan dalam bluebook.
"Kami optimistis bahwa dengan dukungan AIIB dan mitra strategis lainnya, kita dapat mewujudkan IKN sebagai ibu kota negara yang modern, hijau, dan inklusif," pungkas Basuki.

