5 Pelaku Usaha Suntik Investasi Rp 1,25 Triliun di IKN, Buat Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono memaparkan, ada lima pelaku usaha yang berinvestasi di IKN senilai Rp 1,25 triliun.
"Hari ini kita akan menyaksikan lima pelaku usaha yang menandatangani PKS (perjanjian kerja sama) dengan nilai investasi tahap pertama Rp 1,25 triliun untuk membangun (kawasan) mixed-use, hotel, perkantoran, juga universitas," kata Agung di auditorium Pekerjaan Umum (PU), Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).
Baca Juga
Desain Kompleks Legislatif-Yudikatif IKN Rampung Setelah Retret Kepala Daerah di Magelang
Dikatakan Agung, kelima pelaku usaha tersebut adalah PT Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, PT Brantas Abipraya, PT Puri Persada Lampung, dan Universitas Negeri Surabaya.
Tak sampai di situ, Agung juga menyampaikan, investasi langsung atau direct investment ke IKN saat ini telah mencapai Rp 58,4 triliun. "Kami laporkan, direct investment sejauh ini sudah Rp 58,4 triliun yang ditanamkan di IKN melalui delapan kali groundbreaking oleh para pelaku usaha pada 2023 dan 2024," tutur dia.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono sebelumnya mengungkapkan, proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di IKN sudah mencapai Rp 60,93 triliun.
''Kami juga memproses KPBU, ada enam proyek KPBU unsolicited dalam tahap finalisasi studi, totalnya ada Rp 60,93 triliun,'' kata Pak Bas, sapaan akrab Basuki, dalam rapat bersama Komisi II DPR di gedung parlemen, Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga
Kepala OIKN Usul Tambahan Anggaran Rp 8,1 Triliun, Buat Apa Saja?
Adapun proyek tersebut mayoritas untuk pembangunan hunian, seperti PT Intiland Development Tbk yang membangun 109 unit rumah tapak dan 41 tower apartemen dengan investasi Rp 33 triliun.
''PT Nindya Karya (Persero) membangun 8 tower apartemen dengan nilai Rp 2,6 triliun. Kemudian, PT Perintis Triniti Properti Tbk dan Truba Group membangun 8 tower apartemen dengan investasi Rp 2,5 triliun,'' papar Basuki.
Kemudian, lanjut Basuki, IJM-CHEC dari Malaysia membangun 20 tower apartemen dengan investasi Rp 13,40 triliun. ''Maxim Global Berhad dari Malaysia, membangun 10 tower apartemen Rp 4,4 triliun,'' tambah dia.
Dikatakan Basuki, PT Ciputra Nusantara juga membangun 10 tower apartemen dan 20 unit rumah tapak dengan investasi Rp 5 triliun.
Baca Juga
Eks Pejabat OIKN Titip Pesan Ini Buat Pembangunan Ibu Kota Baru
Dia menambahkan, beberapa proyek KPBU unsolicited lainnya yang sedang dalam tahap penyiapan studi kelayakan tengah diupayakan dalam rentang waktu 2025 - 2028.

