Erick Thohir: Pengiriman Emas Freeport ke Antam Hemat Cadangan Devisa Ratusan Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut, kerja sama PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan PT Aneka Tambang (ANTM) atau Antam yang merupakan anggota holding pertambangan, MIND ID, merupakan sinergi hilirisasi untuk ekonomi nasional.
"Kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional. Hilirisasi adalah opsi yang tidak bisa ditawar," ujar Erick di Jakarta, Jumat (21/2/2025).
Erick Thohir menyampaikan, kerja sama ini bagian sinergi MIND ID dalam hilirisasi emas sekaligus mengurangi impor. Diketahui, pemurnian Freeport memiliki kapasitas produksi 50 ton emas per tahun. Dari jumlah itu, Antam akan menyerap sebanyak 30 ton.
Baca Juga
Freeport Kirim Emas Batangan Perdana ke Antam Sebanyak 125 Kg
"Freeport memproduksi 50 ton emas, dan Antam menyerap 30 ton. Dampaknya luar biasa karena mampu menghemat cadangan devisa hingga ratusan triliun dalam 5 tahun," kata Erick.
Freeport telah melakukan pengiriman perdana emas batangan dari fasilitas precious metal refinery (PMR) smelter PTFI ke Antam. Jumlah pengiriman perdana ini sebanyak 125 kilogram (kg) senilai US$ 12,5 miliar dengan kadar kemurnian 99,99%.
Dengan langkah strategis ini, Erick optimistis hilirisasi sektor pertambangan, khususnya emas, dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar global serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. "Cadangan emas kita itu nomor enam terbesar di dunia sekitar 2.600 metrik ton, tetapi untuk cadangan emas batangan, kita berada di peringkat 43 dunia," ucap Erick Thohir.
Baca Juga
Pemerintah Belum Beri Izin Ekspor Konsentrat untuk Freeport, ESDM Ungkap Alasannya
Dengan kerja sama Freeport dan Antam, Indonesia tidak harus mengirimkan raw material, melainkan sudah bisa diproses di dalam negeri semua. Selain itu, memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional.
Erick menambahkan, penjualan emas ini merupakan tindak lanjut perjanjian jual beli logam antara keduanya yang telah disepakati pada awal November 2024. Kerja sama ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Antam terhadap impor bahan baku logam mulia, terutama emas batangan.
Langkah ini disebutnya sejalan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong jajarannya menjalankan program strategis, termasuk swasembada energi dan hilirisasi sumber daya alam.

