Erick Thohir : Kerja Sama Freeport dan Antam Bisa Menghemat Devisa hingga Rp 200 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut kolaborasi yang dilakukan antara PT Freeport Indonesia dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam dalam perjanjian jual beli emas, bisa mendorong hilirisasi dan menghemat devisa hingga Rp 200 triliun.
Ia mengatakan, saat ini Indonesia menjadi negara dengan cadangan emas nomor enam terbesar di dunia karena memiliki 2.600 ton. Namun, dari sisi cadangan emas batangan, Indonesia berada di posisi ke-43 dunia dengan jumlah 78,5 juta ton.
Dengan catatan tersebut, menurut Erick ada sesuatu yang kurang efisien terjadi selama ini. ”Hilirisasi adalah salah satu opsi yang tidak bisa ditawar. Hilirisasi mengoreksi itu. Dengan Freeport memproduksi 50 ton, tadi Antam ambil 30 ton, (maka) ada penghematan Rp 200 triliun,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga
Wamen ESDM: Kolaborasi Freeport dan Antam Dorong Nilai Tambah Ekonomi Melalui Hilirisasi
Selain menghemat devisa negara, lanjut dia, Indonesia juga perlu terus mendorong hilirisasi demi menciptakan nilai tambah untuk ekonomi nasional. Terutama dengan potensi bahan baku seperti selenium yang penting untuk industri semikonduktor.
“Kalau Malaysia bisa (optimalkan selenium), masa Indonesia enggak bisa. Ini yang saya rasa ke depan kita harus membangun ekosistem yang lebih baik,” kata Erick.
Baca Juga
Teken Kesepakatan, Antam bakal Beli 30 Ton Emas per Tahun dari Freeport
Selain itu, dikatakan dia, Indonesia juga ingin menjadi negara yang baik untuk semua negara di dunia, serta berambisi untuk menjadi supply chain dunia, sesuai pesan dari Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Prabowo akan travel ke China, USA, Brasil, tidak lain memberikan posisi bahwa Indonesia sejak kita lahir merupakan salah satu center of the world, dari berbagai kebijakan politik ataupun nanti ke depan sebagai kebijakan ekonomi,” ucap Erick.

